Selasa, 11 Maret 2014 0 komentar

Yuk Nulis !


Tak ada buku tanpa tulisan. Dan tak ada tulisan tanpa penulis. Rasanya tak ada yang salah dengan kalimat yang sengaja saya jadikan pembuka dalam tulisan kali ini. Tentang buku dan juga penulis. Ya, karena memang tak terpungkiri bahwa keduanya merupakan rangkaian yang saling berikatan dan menguatkan. Mereka bak siklus yang saling menopang satu sama lain. Memutuskan satu rantai hanya akan merusak keberlanjutan siklus. Percayalah ,sampai kapanpun buku akan membutuhkan seorang penulis untuk mengisinya. Dan penulis akan membutuhkan buku untuk menuangkan buah pikirannya.
Selasa, 04 Maret 2014 0 komentar

SADAR BRO !

Dulu, jihad perang padukan kita.
Sekarang, negeri aman malah hancurkan kita.

Dulu, perbedaan itu anugerah.
Sekarang, perbedaan bencana dan nestapa.

Dulu, sedikit kita kuat.
Sekarang, banyak kita lemah.

Dulu, cinta selimuti seiman.
Sekarang ?

Ini kau debat, ini kau debat.
Itu kau hujat, itu kau hujat.
Saudara sediri diembat.
Fitnah setiap saat.
Semua nak kau sikat, padahal kita ini satu umat.

Kapan kita akan duduk bersama dengn tangan berlipat ?!
Kapan kita berjalan bersama menuju selamat ?!
Sudahlah membabat, kita ini seumat !
Hentikan gerogotan, kita ini seumat !
Gimana mau kuat jika sikit sikit bergelut !
Gimana mau sehat jika sebentar bentar bergulat !
Ah,Tak liatkah siapa yang kau hujat ?!
Tak sadarkah siapa yang kau gulat ?!
Sadarlah ini tak ada manfaat !
Sadarlah, ini banyak mudharat !
Senin, 24 Februari 2014 0 komentar

Golput itu tidak memilih. Apa iya ?



Mengingat akan datangnya masa pemilihan pemimpin 5 tahun mendatang di Indonesia, diri tertarik untuk sedikit mengekspresikan apa yang dipahami terkait dengan agenda 5 tahunan ini . Mungkin tulisan ini akan dipandang sinis oleh sebagian kelompok. Dan mungkin juga akan ada yang menganggap paragraph demi paragraph yang ditulis ialah kata kata tolol yang begitu memuakkan dan menyakitkan mata. Mungkin juga tulisan ini akan terasa kontroversial. Ntahlah, diluar segala anggapan itu semua, aku sampaikan bahwa ianya bukanlah suatu penilaian terhadap suatu haraqah atau pergerakan. Bukan juga bukan tentang upaya men”judge” kalangan kalangan tertentu.  Mungkin ini demi kita dan Negara. Maybe ~
0 komentar

Antara aku dan Dia

Dulu .
Aku buta .
Tapi Aku melihat ..
Aku tuli .
Tapi aku mendengar ..
Lisanku tak bersuara , namun aku tak bisu ..
Kaki tanganku lumpuh, tapi aku tak sempurna.

Minggu, 26 Januari 2014 0 komentar

Karena Kehidupan Tak Ada Sesi Kedua


Tak ada yang lebih menakutkan dan menggetarkan hati selain membahas tentang pemutus kehidupan. Pemberhentian pengabdian seorang hamba menuju pembalasan atas abdi yang diberi semasa berkelana didunia. Sebuah Pintu menuju gerbang kehidupan kekal dan abadi . Pintu yang menghubungkan dunia kini ke Ruang tak terbayangkan yang sudah lama menunggu untuk ditempati. Ntah ianya tempat yang menyenangkan hati dan menyedapkan mata, Atau malah tempat derita yang penuh dengan balasan siksa akibat durhaka pada-Nya.
Minggu, 19 Januari 2014 0 komentar

Untukmu Para Pengemban Amanah



19 Januari 1014. Setiap orang punya cara pandang tersendiri mengenai amanah. Ada yang menganggap ianya sesuatu yang menakutkan, namun ada juga yang berburu untuk mendapatkan. Ada yang takut menerimanya lantaran takut tergolong pribadi yang munafik (jika tak menjalankan dengan baik), namun ada juga yang berlomba-lomba untuk meraih jabatan dan akhirnya mendapatkan amanah .
Minggu, 29 Desember 2013 0 komentar

Berkaca padanya, Sang Pengabdi tanpa Mata



Pengalaman adalah guru kehidupan yang paling berharga. Guru yang mengajarkan segala hikmah yang tersingkap dibalik tabir kisah nyata yang kita jalani sehari hari. Ntah itu cerita tentang kebaikan, atau mungkin cerita keburukan. Bisa terdapat dikisah suka, maupun dikisah duka. Semuanya selalu mengandung berbagai pelajaran yang tersirat ataupun yang terlihat langsung. Membekas kuat di ingatan karena memang ini dialami diri kita sendiri. Mengikat kuat di pikiran karena memang kita sendirilah yang terjun langsung melewatinya. Dan setiap kita tentunya telah melalui banyak kisah yang telah menjadi pengalaman hidup. Setiap kitapun berbeda beda cara dalam melewatinya. Tentunya kisah yang berbeda beda ini melahirkan pengalaman yang berbeda pula.
 
;