Selasa, 27 Januari 2015 1 komentar

Hidup kita cuman didunia ?

Coba pikirkan .

Jika ada yang ingin kita selesaikan dalam setiap harinya, maka itu seringkali hanya sebatas dunia kita. Menyiapkan tugas, tuntaskan pekerjaan , menyelesaikan film  terbaru , menghabiskan buku buku pelajaran jika ujian adalah sebagian rentetan kecil kegiatan yang kadang menyita waktu hari hari kita untuk diselesaikan. Tak perduli suka ataupun tidak, rangkaian ini tetap akan kita lakukan . Dan segala upaya ini adalah rutinitas dunia kita yang sering kita kerjakan

Jika ada hal yang ingin kita datangi dalam tiap minggu atau tiap bulannya, maka seringkali itu juga hanya sebatas dunia kita. Nongrong sana nongkrong sini, liburan sana liburan sini. Dan ini hanya sebagian hal kecil yang selalu kita lakukan disetiap minggu ataupun bulannya. Tak perduli besar kecil pengeluaran, ada atau pas pasan , tetap saja kesenangan ini tetap kita lakukan. Walaupun berselang itu, kantong kering tak bersisa . 

Jika ada target yang ingin kita selesaikan disetiap tahunnya, maka hal itu seringkali hanya tentang dunia kita. Bahkan, catatan catatan keberhasilan yang bisa kita lihat dipenghujung tahun, kadang tak lebih hanya sebatas capaian capaian dunia saja. Dan lagi lagi , ini hanya tentang dunia kita saja.

Beginilah kita pada umumnya. Seolah olah hidup didunia hanya lah ttg dunia saja. Hanyalah tentang mengisinya dengan rutinitas rutinitas keduniaan. Seperti hidup tak akan berakhir dan diri tak kan kembali .

Mengherankan ..

Terkadang Ketidak kekalan dunia mampu buat kita berupaya lebih. Sedangkan kekekalan di akhirat tak mampu buat kita serius berupaya ?

Untuk Dunia dengan kesemuanya mampu kita lakukan sedangkan untuk akhirat dengan kepastian nya tak mampu kita berbuat ?

Maka , ada hal yang tak cukup tau untuk menyelesaikan ini. Ada hal yang tak cukup paham, jika tak ada realisasi atas segala kepahaman ini.

Bahwa hidup tak hanya tentang dunia. Dunia yang kita tau akan berakhir, dan akhirat yang kita paham akan datang. Maka bentuk ketahuan ini bukan hanya tentang pemahaman di akal aja, melainkan melahirkan perilaku atas segala pemahaman ini.

Hal yang tertanam di akal, hanya tetap diakal jika tak ditampakkan lewat indera . Betah terhadap rangkaian dunia , namun tak betah dalam rangkaian agama dan ketaatan . Nah, kita tau atau tidak ?

Apa susahnya jika ditiap harinya ada ketaatan yang kita lakukan . Apa susahnya jika di tiap harinya  pengabdian yang kita tunjukkan. Dirikan 5 waktu, berinteraksi dengan al Qur'an . Apa susahnya jika tugas tugas kita mampu dikerjakan, baca dan update status di media sosial mampu kita  dilakukan ? Bukankah kita tau hidup tak hanya didunia ?

Apa susahnya jika tiap minggu nya bawa diri dan ruhani datang ke kajian keislaman. Beri makan ruhani yang mungkin lapar karena tak pernah dimasuki nasehat nasehat pemotivasi ? Apa susahnya datang mentoring, jika ditiap minggu nya kita bisa kumpul sana kumpul sini, nongkrong sana nongkrong sini? Apa susahnya berikan waktu khusus charge ruhani ini, jika charge pikiran bisa kita lakukan di tiap bulannya dengan liburan disana sini ?
Bukankah kita tau hidup tak hanya didunia dan ia akan berakhir ?

Apa susahnya jika di tiap tahunnya ada target besar akhirat mampu kita raih . Jika pendapat para ahli barat mampu kuasai otak dan pemahaman ini , mampu diingat dan diucapakan dengan fasih, maka apa susahnya jika kita beri otak ini kenikmatan dengan menjaga beberapa firman-Nya? Apa susahnya untuk kerjakan misi akhirat , jika pengetahuan tentang batasan dunia telah tertancap di kepala. Bukankah kita tau hidup tak hanya didunia dan akhirat pasti datang ? Lantas kenapa masih hanya tentang dunia saja? Nah, kita ini sebenarnya tau atau tidak ? Paham atau tidak ?

Ini masih rangkaian kecil hal akhirat yang bisa kita lakukan. Tampak kecil namun susah dilakukan. Bahkan kadang kita seolah olah berani menentang-Nya secara nyata dengan gampangnya tinggalkan kewajiban lima waktu. Seolah olah jadi pembenci hal hal agama dengan ribuan alasan yang kita hadirkan untuk tidak hadir dalam majelis ilmu. Dan seolah olah tak ingin membersamai Firman-Nya didalam pikiran dan hati kita .

Masih banyak lagi hal yang bisa kita tunjukkan dan abdikan . Dan sekali lagi , tak cukup hanya dengan tau untuk selesaikan ini.
Bergerak lah dan lakukanlah ketaatan. Jadikan lah hamba yang mengabdi selama umur masih diberi.

Karena hidup kita tak hanya didunia, maka jangan lupakan persiapan untuk akhirat kita. Persiapan yang hanya bisa dikumpulkan saat kita masih didunia ini . Jangan sampai kita menjadi seperti sekelompok orang yang akan menyesal ketika peradilan akhirat telah tiba. Merengek rengek kepada Allah untuk kembali kedunia ini. Hal yang tidak mungkin kita lakukan ketika kita sudah ijakkan kaki diakhirat .

Persiapkanlah akhirat kita , karena hidup tak hanya tentang dunia :)

"Wahai Rabb kami keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami kedunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), maka kami termasuk orang yang zhalim" (Al-Mukminam : 107)

Kamis, 22 Januari 2015 0 komentar

Karena Kita Bukan PEMIMPI


Pernah bermimpi ? Harap ? Cita cita ?

Setiap kita tentunya pernah bermimpi, berharap dan punya cita cita. Wajar. Mengingat kita adalah makhluk yang selalu dipenuhi harap. 1 Mimpi terealisasi , mimpi lain pun hadir. Tak akan pernah ada kepuasan, karena umumnya begitulah kita , manusia.

Siapa yang tak punya mimpi ? Bahkan anak kecilpun punya itu. Dokter, polisi, pilot mungkin adalah cita cita terlaris waktu kita kecil dulu. Dan sekarang lihatlah kita ? Sudahkah menuju ? atau malah telah mengganti cita ?

Untuk mereka yang hari ini telah menuju cita kecil nya waktu dulu, maka hakikatnya mereka sedang menuju mimpi mereka. Mempersiapkan langkah langkah kecil yang perlahan lahan akan sampaikan mereka berada dipuncak merengkuh mimpi. Semangatlah, karena jalan kalian semakin dekat :)
Sabtu, 03 Januari 2015 0 komentar

Dari membaca dan mendengar, Aku rindu ~

12 Rabiul Awal ..

Aku pernah membaca :
Hari ini kau dilahirkan.
Kemuliaan telah hadir tuk selimuti bumi.
Yg bawa cahaya tuk sirnakan kegelapan.
Yg kn Hancurkan kekufuran tuk ciptakan rasa ketauhidan.

Aku pernah membaca :
Parasnya tampan.
Lisannya penyayang.
Pribadinya menyejukkan. Menentramkan.

Aku pernah baca :
Ia pemerhati semua insan.
Inginkan keselamatan kita.
Keselamatan akhir di akhiratmu.
Dan jga keselamatan awl diduniamu.
Yang dukamu pedih baginya,
pilumu sayat hatinya.
Dan deritamu tk prnh diinginknnya .

Aku pernah baca :
Hidupnya tak mudah.
Dihina sana dihina sini.
Di lempar sana dilempar sini.
Tubuh luka berlumur darah.

Namun,Yang aku dengar :
Kau lempar senyum sana senyum sini.
Memanjat doa ke penggenggam hati .
Agar nnti lahir org org yg perdulikan agama ini dikemudian hari.

Ya.
Dari membaca aku tau ttgmu.
Dari mendengar aku mengenal ttgmu.
Hnya saja, mmbca dn mndgr buat ku rindu .

Membca dn mndengar buat ku rindu ..
Ingin bertemu..
Layaknya sahabat yg hidup bersamamu..

Ingin mendekap ..
Layaknya sahabat , yg mendekapmu di hari hri sblm penjemputanmu ..

Ya .
Dari membaca aku mengenal mu .
Dari mendengar aku tau ttgmu
Dan aku pernah baca :

"Aku merindukan saudaraku. Yg hidup stelah ku dn tk prnh bertatap muka, nmun mreka beriman kpadaku ."

Aku pernah baca ..
"Ummati ummati ummati "
Terlontar di lisan lembutmu

Ya . Aku mencintaimu.
Smga ruhku mmpu mnemui mu di akhir nnti .
Selamanya, mmbersamaimu ..

 
;