Senin, 26 Agustus 2013

#PemudaPendakwah ?? #Pilihan atau #Keharusan ??


Bismillahirrahmanirrahim ..
          Agustus 2013, hari ini kami kembali ingin mencoba menggiring kita semua dalam jalan istimewa yang telah dilalui oleh sosok teristimewa. Jalan cinta yang telah mengisi hari-hari pribadi tercinta dalam menyebar kebaikan. Dan jalan pilihan yang telah ditempuh seorang hamba terpilih untuk menggebrak kejahiliyahan Quraisy (dulu). Lalu mengubahnya menjadi jalan penuh cahaya yang kemudian kan hantarkan kita ketempat terang nantinya. Dan semua ini mengarah kepada sosok pengajar handal. Tentang Kekasih Allah, Muhammad Saw dan tentang jalan yang telah dilaluinya, #Jalan Dakwah. 
         Dalam tulisan sebelumnya, kami juga menempatkan pemuda dalam suatu sorotan. Dan kali inipun tak ada bedanya. Tetap sama. Tetap mengkonsentrasikan focus kepada para pemuda, pemuda dan Pemuda . Mengapa ?
Pada masa muda ini , semua potensi berada pada titik perkembangan yang optimal. Dimana Kekuatan fisik, ketajaman pemikiran, keluasan ide, pergerakan yang aktif berkumpul menjadi satu sehingga menghasilkan potensi yang luar biasa besar. Sangat disayangkan jika masa ini habis begitu saja tanpa ukiran prestasi. Dilewati bak angin lalu yang hanya membawa debu debu kotor tak berfaedah. Menempel di cermin kalbu dan menyisakan flek flek yang menutupi hati hingga lupa diri untuk terus mengabdikan potensi yang dimiliki sampai dijemput perkara pasti, yaitu mati. Merugi sekali !
Namun fakta berkata lantang, bahwasanya banyak pemuda kini yang menghamburkan masanya untuk perkara yang sia. Fisiknya dibawa pergi tak tentu arah mengikuti tren yang jelas tak syar’i. Pikirnya dibiarkan larut dalam pengaruh pola pikir barat yang mengagung-agungkan perkara hedonisme. Idenya hanya dibiarkan beterbangan untuk hal yang dapat hadirkan kepuasan pribadi. Dan pergerakan dan waktunya diabdikan banyak untuk kepentingan dunia. Padahal Allah swt berfirman :

“Demi Masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang orang yang beramal sholeh serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.”  (Q.S Al Ashr 1-3)

        Tentunya kita tak pernah mau dalam segala perkara yang merugi. Sama sekali tidak mau, Dan tak kan pernah mau ! Tapi kehidupan kini menggambarkan bahwa kita sendiri lah yang telah menerjunkan diri dalam jurang kerugian. Membiarkan diri ini terus menerus dalam kondisi yang memburukkan dalam jangka waktu yang lama. Bahkan sampai saat penghujung waktu menghampiri. Naudzubillahimindzalik ..

         Lalu, Bagaimana menghindari agar jasad tidak selalu digerogoti kerugian ini ?

         Rasulullah telah berikan kita jalan untuk menjadi insan yang beruntung. Jalan cinta yang sudah ia lalui dengan penuh rasa cinta untuk kita, umatnya yang tercinta. Jalan yang berlimpah pahala meskipun ruh tak lagi diijinkan berada dijasad dan ditimbun tanah. Jalan yang insya Allah kan hantarkan kita menuju tempat yang mengalir dibawahnya sungai sungai. Jalan yang telah ia warisi untuk kita teruskan, #JalanDakwah

      Bagi kalangan awam, pengertian dakwah seringkali disempitkan maknanya, hanya diartikan sebatas ceramah, khutbah atau pengajian saja. Secara etimologis, Kata dakwah berasal dari bahasa Arab “Da'wah” yang berarti memanggil, mengundang, dan mengajak.   Sedangkan secara bahasa berasal dari kata da’a, yad’u, da’wan, du’a yang berarti mengajak, memanggil, seruan, dan permohonan. Dari beberapa definisi diatas, dapat kita simpulkan bahwasanya Dakwah ialah upaya mengajak orang lain seperti tertera diujung surah Al Ash ayat 3 yang“Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.
     Seringkali kita memandang, bahwasanya dakwah hanya boleh diemban oleh para orang tua, para cendikia, dan para ulama. Bahkan emang begini lah nyatanya. Jarang kita temukan pemuda yang mendedikasikan dirinya untuk dakwah. Jarang kita lihat pemuda yang menyampakaikan risalah disetiap mimbar-mimbar pengajian. Jarang sekali ! Padahal jika saja segala potensi yang dimiliki para setiap pemuda muslim diberikan untuk dakwah, mungkin akan bisa menyamai goresan prestasi yang telah diukir Mushab Bin Umair. Seorang pemuda yang mengabdikan kecerdasan, kemampuan, dan talentanya yang luar biasa untuk Islam. Berdakwah menyeru penduduk Madinah untuk mentauhidkan Allah dan memeluk Islam. Sehingga sampai kini abdinya tercatat dalam sebuah prestasi sebagai Duta Pertama Umat Islam. Luar biasa bukan potensi pemuda ??
    Kita seringkali beranggapan bahwasanya sulit sekali untuk berdakwah. Butuh pemahaman Islam yang super tinggi dilengkapi dengan amal Ibadah yang super duper juga. Padahal tidak juga. Rasulullah saw bersabda :

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

        Nah, dari hadist ini jelas bahwasanya kita diberi kemudahan untuk menyeru kepada kebaikan dan kebenaran walaupun hanya dengan 1 ayat. Lagipula , dakwah tak menjadikan “sempurna” sebagai syarat wajib seorang pendakwah. Karena jika dakwah menuntut kesempurnaan, maka kita tak akan jumpai pendakwah dimuka bumi ini. Kenapa ? Karena tak ada pribadi yang sempurna ! benar atau betul ?? J
     Sebagaimana yang pernah diungkapkan Imam Hasan Al Bashri : “Sesungguhnya ketika aku menasehati kamu, bukanlah berarti aku yang terbaik dikalangan kamu. Bukan juga yang paling soleh dalam kalangan kamu, karena aku juga pernah melampaui batas untuk diri sendiri. Seandainya seseorang hanya dapat menyampaikan dakwah apabila dia sempurna, niscaya tidak akan ada pendakwah. Maka akan sedikitlah orang yang member peringatan”

#Jalan dakwah. Dijalan ini kita mereguk minuman kebaikan. Mengalirkannya kedalam kerongkongan hingga membersihkan hati kita dari noktah hitam yang terdapat di kalbu ini. Hingga bersih suci.

#Jalan dakwah. Dijalan ini kita akan menemukan akhir perjalanan yang indah. Bergelimang pahala hingga kita semua mendapatkan moment berharga untuk selamanya tinggal di SurgaNya.   

Rasulullah s.a.w. bersabda : "Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu, sedang barangsiapa yang mengajak kearah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu." (HR Muslim)  
Untuk itu, marilah kita optimalkan potensi yang diberi ini untuk kebaikan. Tak hanya untuk pribadi. Tapi juga untuk islam. Semoga kelak kita mendapatkan diri kita, sebagai pemuda yang berkumpul bersama pembimbing terbaik , Nabi Muhammad Saw di Surga. Aamiin ...
 Semangat !
 
*Catatan untuk kita semua para pemuda yang masih punya ruh dijasad. Berdakwahlah. Serulah setiap manusia menuju jalan kebaikan. Hingga nanti kematian kan menjemput kita dalam peristirahatan hakiki dengan jasad mati. Namun, amalan dan ganjalan pahala akan senantiasa membuat kita hidup, mengalir terus hingga terompet sangkakala dibunyikan. *


0 komentar:

Posting Komentar

 
;