Oktober
2013. Kali ini tergelitik diri untuk mendefinisikan rasa yang dipunyai setiap
insan. Tentang rasa yang tak pernah pandang bulu. Tak perduli tua dan muda,
tinggi dan rendah, kaya dan miskin, semua pasti mempunyainya. Pasti ! Rasa yang kadang berhasil
menjadikan penikmatnya melayang lantaran suka ,tapi juga bahkan dapat
menyengsarakan penikmatnya terpuruk jauh kedasar dikarenakan duka. Rasa yang
tak berwujud pasti, tak terlihat mata dan tak mampu disentuh indera, seperti semu . Namun nyatanya ia tak semu. Ianya
ada tertanam di hati setiap kita, Manusia.
Rasa
ini adalah #Cinta. Rasa yang selalu
berhasil menjerat para penikmatnya. Ya,menjerat
kita. Para Penikmat Cinta.
Cinta
bak misteri yang tak dapat ditebak kedatangannya. Hadirnya pun tak dapat
diprediksi sedikitpun. Yang jelas, cinta
selalu berhasil mengubah para penikmatnya. Kerasnya kepala seketika mampu luluh
lantak diterjang cinta. Hancurnya sikap seketika dapat berubah melunak lantaran
panasnya api cinta. Bahkan, adakalanya kobarannya tak mampu dipadamkan hingga
akhirnya membutakan mata. Benar dapat berubah menjadi salah dan Salah dapat
berubah menjadi benar. Bukankah ini membahayakan apabila tak mampu dimanagament
dengan baik ?
Kali
ini, diri tak berkeinginan untuk mengungkap panjang lebar mengenai cinta.
Alasannya Simple. Karena pribadi bukanlah Pakar
Cinta . Bukan orang yang memahami tiap seluk beluk cinta. Bukan juga orang
yang mampu menjabarkan cinta secara luas. Bukan itu. Tapi kita semua sama. Para Penikmat Cinta. Namun, diri terdorong
untuk mengajak kita semua untuk mendefinisikan
cinta dalam arti yang berbeda. Mendefinisikan seperti yang telah
didefinisikan segelentir orang. Sedikit
namun benar. Insya Allah .
Cinta itu abstrak. Sulit untuk didefinisikan secara teoritis.
Karena boleh jadi setiap kita punya makna tersendiri tentang cinta. Jika cinta
mampu membawa kebahagian, maka sudah pasti sang penikmat cinta akan
mendefinisikan bahwa cinta itu membahagiakan. Namun, jika cinta malah
menyakitkan, maka definisi yang akan timbul dipermukaan adalah cinta itu
menyakitkan. Nah, itulah cinta. Tak pernah memiliki definisi yang baku.
Definisinya selalu berubah ubah tergantung rasa yang ditimbulkannya disetiap
kita. Maka apapun yang anda katakan tentang definisi cinta, ianya adalah benar.
Kenapa begitu ? Karena itulah Cinta
Versi Anda.
Namun
, sebagian rentetan definisi diatas bukanlah titik tekan dalam tulisan ini.
Ianya hanya berupa pengantar yang akan membawa kita semua sampai ke fokus
pembicaraan kali ini. Bersiaplah. Kita
Mulai !
Kita
semua telah ketahui bersama, bahwa cinta tak pernah punya standar untuk mampu
dirasakan diri. Tak punya persyaratan khusus agar ianya keluar dari dalam hati
kita. Karena tak ada batasan dalam hal ini. Termasuk batasan umur . Semuanya. Pasti punya cinta. Pasti !
Banyak
dari kita yang beranggapan bahwa cinta itu bersama. Hingga akhirnya kitapun mendefinisikan kalau cinta itu harus bersama.
Hingga tak jarang kita temukan banyak orang yang bersama untuk merealisasikan
cintanya. Menikah salah satu
contohnya. Bentuk perealisasian cinta yang nyata. Tak banyak umbar kata dan
janji manis, tapi langsung hampiri wali sampaikan pinangan untuk memulai
perjalanan cinta suci. Wah, Romantis
bukan ? Namun bukan itu fokusnya, karena ini adalah definisi cinta yang
sebenarnya. Yap, Definisi cinta yang
sebenarnya.
Contoh lain dari bentuk perealisasian cinta
ini ialah Pacaran. Realisasi cinta
semu yang tak pernah tau kapan kunjung diakhiri padahal sudah tau pasti ianya
adalah jalan yang tak diridhoi. Tapi, apalah daya diri yang telah berhasil
dijerat cinta . Rasa mencintai pun akhirnya merajai dan mengalahkan nurani yang
ingin kembali pada jalur yang sebenarnya. Hingga akhirnya yang ada hanya
definisi cinta semu. Mendefinisikan
bahwa cinta adalah “kebersamaan”. Definisi semu.
Inilah
inti dari pembicaraan kali ini. Mengajak kita semua yang telah terkepung cinta
untuk keluar dari jalur ‘pacaran’. Karena emang jalur ini tak pernah dilalui
oleh suri tauladan kita, Nabi Muhammad
saw. Jangan sampai rasa ini membutakan hingga melupakan kita untuk terus
meneladaninya dengan mencontohnya dalam berperilaku dan berkehidupan sosial.
Cinta itu membutakan. Namun jangan sampai ia berhasil
membutakan dan mengelabui kita. Untuk itulah kami angkat tema ini.
Mendefinisikan cinta dalam arti yang berbeda. Cinta yang mampu dijalankan oleh
segelintir orang. Yaitu mendefinisikan cinta dengan kata “putus’.
#Putus. Yap, terasa berat sepertinya untuk
dilontarkan oleh sejoli yang sudah saling mencintai. Kenapa bisa berat ?
Jawabannya
mudah. Sangat sangat mudah. Kata “Putus”
terasa berat untuk diucapkan lantaran hanya mendefinisikan cinta sebatas kata “Kebersamaan”. Hingga jika kita
mengaku mencintai, jalan satu satunya ialah merealisasikan cinta dengan terus
bersama. Yap. Ini definisi yang benar dalam konteks menikah. Hanya saja akan
menjadi arti yang salah jika kita (saat ini) mengartikan cinta hanya sebatas
kata kebersamaan.
“Putus” . Kata inilah yang seharusnya kita
realisasikan sebagai bukti cinta.
Ingat, bahwa cinta dihati kita ialah rasa yang telah dititipkan oleh Rabb yang Maha Cinta. Jika cinta adalah pemberian-Nya, maka tak salah jika kita punya rasa mencintai. Karena cinta langsung diberikan oleh sang Maha Cinta yang tak mungkin pernah salah. Justru kitalah yang salah dalam merealisasikan bentuk cinta kita. Hingga kita terjerumus dalam definisi cinta yang sempit (untuk saat ini) dengan kata bersama.
Bukan
cinta namanya jika ianya menjadi sarana untuk kita mendapatkan dosa.
Bukan
cinta namanya jika rela melihat sosok tercinta terus dialiri dosa lantaran
jalan “pacaran” yang dipilih.
Bukan
cinta namanya jika rela sang tercinta terlibat dalam jalur yang salah dan
menerima ganjaran buruk di akhirat
Bukan
cinta namanya jika ianya hanya menjadikanmu mencintai makhluk melebihi rasa
cinta kepadaNya, sang Pemberi Cinta
Memutuskan
bukan berarti sudah tak mencintai. Justru, inilah cara mencintai. Tak ingin
menyalahi aturan . Bukannya Ada banyak cara mencintai, bersama itulah cara yang
kita ketahui. Padahal kita juga punya 1 cara lain dalam mencintai, memutuskan
itu bisa jadi caranya. Berat rasanya. Tapi bisa ! #BISA
Jika
mereka menganggap Memutuskan cara untuk menunjukkan "ketidakcintaan".
Maka, kita berbeda. Memutuskan inilah cinta kita .
Memutuskan
cara kita mencintai. Tak terbaik buat dia dn juga buat kita.Tpi buat kita
berdua , inilah yang terbaik. #PUTUS
Jangan
mendefinisikan cinta hanya dgn kata "kebersamaan". Tapi, kata
"putus" itu jga definisi cinta. Tak percayakah ? Lihat kita :')
Kita
memilih jalan yang berbeda. Ketika ,mereka mencintai dengan jalan memilih
bertahan. Tapi kita mencintai dgn memilih untuk melepas. Hebat bukan ? Ini baru
cinta :') Tak ingin menyalahi aturan :’)
Semoga
Allah karuniakan kebaikan kepada kita semua, lewat cinta yang telah
dianugrahkan disetiap hati kita. Aamiin :)
0 komentar:
Posting Komentar