Jumat, 12 Desember 2014 2 komentar

Kita masih disini, (mungkin) karena mereka ~


Manusia adalah makhluk social, yang tak mampu individualis dalam menjalani hidup didunia. Setiap dari kita akan mencari sosok terbaik yang akan menemani kita mengisi lembar kehidupan, agar tak hanya kosong tak bergores dan tak hanya putih tanpa berwarna. Lembar demi lembar akan terus terisi, namun yang mampu menambah warna terbaik lah yang akan tinggal. Menetap dalam setiap waktu kita , dan menemani kita melalui hidup didunia ini. Dan kita memanggil mereka teman.

Setiap kita tentunya memiliki teman , (mungkin) hasil dari pencarian yang panjang. Dan sebelum ditemukan, tentunya juga telah banyak orang yang datang mencoba menambah warna dalam lembar kita. Nah, dari sekian banyak inilah kita dan hati kita menjatuhkan pilihan untuk terus membersamainya dalam hidup.
Rabu, 22 Oktober 2014 0 komentar

Mengertilah, Cinta bukan hanya tentang ini :)

Cinta bukan hanya tentang rasa. Walaupun nyatanya cinta adalah rasa. Bukan hanya tentang rindu, walaupun rindu meliputinya. Bukan juga tentang sayang, karena cinta juga tak sesempit itu.

Cinta bukan hanya tentang gejolak rasa yang berontak hebat didadamu.
Bukan hanya tentang suka dan duka saja. Walaupun kehadirannya tak lepas dari keduanya. Tapi , faktanya cinta memang begitu.

Cinta bukan hanya tentang kata. Bukan hanya tentang ungkapan mesra walaupun nyatanya indera telingamu butuh kehadiran rambatan suaranya.
Bukan hanya tentang kata cinta yang berdengung digendang telingamu, walaupun nyatanya kata itu akan meneguhkan kekuatannya.

Cinta bukan hanya tentang ukiran syair penyampai lara , walaupun ianya mampu hadirkan goresan kata indah. Bukan hanya tentang kumpulan kosa kata menyentuh, Walaupun faktanya cinta akan lenyapkan keformalan bahasamu menjadi dengung dengung nada indah yang berangkai ,lahirkan melodi syahdu.

Cinta bukan hanya tentang menyampaikan. Walau nyatanya hatimu akan didesak untuk segera mengatakan. Bukan hanya tentang ungkapkan, walaupun mgkin kau ingin segera keluarkan. Bukan hanya berbicara tentang ketidakmampuanmu bungkam . Walaupun nyatanya, bungkam tak menyelesaikan apapun. Karena, tetap saja, cinta akan berontak .

Cinta bukan hanya tentang sikap perhatianmu. Bukan hanya tentang sikap keperdulianmu akannya. Walaupun nyatanya, kau tetap akan memperhatikannya tak pandang jarak. Matamu akan tetap bersama walau nyatanya kalian tak beriring. Dan lucunya, kau akan tau segala tentangnya, walau (sekali lagi kukatakan) kalian tak beriring.

Cinta bukan hanya tentang sikapmu padanya. Bukan hanya tentang usahamu mendapatkannya . Walaupun nyatanya otakmu akan berpikir keras untuk menyentuh hatinya. Tapi cinta tak hanya tentang itu.

Cinta bukan hanya tentang diri kita dan dia saja. Bukan hanya tentang 2 insan manusia . Walaupun nyatanya, keterlibatan hati berdua lah yg terjalin. Cinta Bukan hanya tentang kita saja. Walau nyatanya kita yang rasakan.

Tapi .....

cinta bukan hanya tentang itu.
Bukan hanya tentang kita .
Cinta juga tentang-Nya. Tentang bagaimana kita merajut dan mengikat rasa dengan tali ikatan-Nya.Tentang bagaimana kita menjaga-Nya dalam hati hati kita. Lebih Tentang bagaimana kita berjalan dalam koridor terbaik yang telah diperintahkan-Nya ..

Cinta bukan hanya tentang pengakuan manusia atas kehadiran kalian saja. Bukan hanya tentang penilaian makhluk atas diri kalian. Tapi, ia juga tentang pengakuan dan penilaian dari-Nya dzat Pemilik Cinta. Ia tak cuman berbicara tentang keberpihakan manusia atasmu, melainkan berbicara juga tentang pentingnya melibatkan -Nya diatas rasa ini :)

Dan ingatlah, Cinta bukan hanya tentang duniamu. Bukan hanya tentang hidupmu. Walapun nyatanya , cintamu dirajut dalam hidup didunia.

Tapi , cinta bukan hanya itu, bukan hanya tentang dunia kita. Bukankah kita tak hanya ingin bersama didunia ? :)

Lantas, harus bagaimana lagi ?

Ah, sudahlah .

Bukankah yang terpenting kita berusaha mengikuti jalur-Nya ? :)

Bersabarlah dalam bungkam, menyampaikan hanya mengurangi sensasi dari rasa itu sendiri. Nikmati saja :)

Sabtu, 18 Oktober 2014 1 komentar

Bongkar Pasal 1 : Gurindam Dua Belas


Bismillahirrahmanirrahiim…
Ijinkan kami berbagi ilmu mengenai apa yang kami dapatkan hari ini dalam training gurindam 12 dalam rangka penguatkan pendidikan karakter bagi generasi islam .Pada kesempatan ini dikaji pasal pertama dari bait ke bait. Berikut penjelasannya :D

Bait pertama.
Barangsiapa mengenal agama.
Sekali kali tiada boleh dibilangkan nama.

Agama adalah pedoman dalam menjalani kehidupan. Pemenuhan akannya menjadi sangat penting karena ianya bak bekal panjang yg hrus disiapkan untuk hidup enak di akhirat. Kebutuhan manusia akan ilmu agama menjadi sangat penting dibandingkan ilmu lainnya. Namun, nyatanya seringkali kita cenderung tak perduli. Masuk SMA dengan Kuliah yang tak berbasic agama menjadikan kita seolah olah lupa bahwa belajar agama penting. Kita hanya fokus belajar yang lain. Sdgkan tak jarang menambah ilmu agama pun kita tidak. Padahal ilmu agama ini bekal kita untuk menjalankan kehidupan yg bener sesuai tuntutannya.

Banyak mereka yang fisiknya hidup, namun hatinya mati. Ia hidup hanya sesuka hati tanpa pedoman. Lupa diri karena seolah olah hidupnya hanya didunia. Bahkan kehadiran kita tak memberikan kesan apa apa dimata-Nya. Nama kita mungkin dikenal oleh para makhluk dimuka bumi, Tapi dimata-Nya belum tentu. Bukankah penilaian-Nya jauh lebih penting ?

Bait kedua .
Barang siapa mengenal yang empat.
Maka ia itulah orang yang ma'rifat .

Penggalan kata bait dua adalah  sastra pengantar sebelum sampai pada bait selanjutnya . Ianya merupakan hasil akhir yang akan didapat bila bait selanjutnya terealisasi . Apa saja itu ? Yakni saat manusia mampu mengenal Allah, mengenal diri, mengenal dunia dan mengenal akhirat maka ia akan kenal tujuannya . Ia akan paham apa tujuannya diciptakan dan apa yang harus dilakukan selama didunia. Tujuannya tidak akan pernah tertuju pada uang saja. Tak kan pernah dihabiskan waktunya untuk sibuk mencari jabatan. Apa yang dilakukannya hanya hal yang bernilai halal saja. Yang haram akan dengan tegas dia tinggalkan. Tujuannya hanya satu. Fokus hidupnya jelas tertancap didadanya. Satu saja. Tertuang dalam al qur'an dimana Allah berfirman:

"Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku" (Q.S Ad-Dzariat 56)

Kita semua tentu tau tujuan penciptaan kita didunia. Namun, tak sedikit dari kita seolah olah berprilaku "seakan akan" kita tak tau tujuan sbnarnya kita ada. Kita tau, Tapi tak paham ! Bukankah bentuk kepahaman akan tampak pada perilaku yang ditunjukkan? Dalam penggalan ini, Raja Ali Haji menegaskan bahwa tujuan hidup itu penting. Sangat sangat penting !  ianya adalah hal yang harus benar benar kita yakini Agar dalam mencapai tujuan kita bisa tangguh kedepan walau mungkin akan banyak cobaan menghalang. Ia akan tetap maju walau hasutan hasutan setan terus membisik. Tak akan pernah terbersit niat menyerah, karena yang ia tau. Ia harus sampai ketujuannya. Ia harus memenuhi tujuannya menuju Allah . Harus !

Bait ketiga
Barang siapa mengenal Allah.
Suruh dan tidaknya tiada ia menyalah .

Mengapa harus kita mengenal Allah? Pentingkah ?Maka dengan tegas akan saya katakan .Ini hal Penting ! Karena ketika kita mampu mengenal Allah, Maka kita akan tau dengan jelas bahwa kita hanyalah makhluk kecil. Insan yang Tak berarti apa apa jika dihadapkan denganNya, Dzat Maha Besar. Iya kan?Saya rasa tentu kalian tau ini dengan sangat jelas. Namun, lagi lagi, nyatanya kita seperti tak sadar diri. Kadang kita angkuh dan sombong dimuka bumi. Sering kita merasa hebat dihadapan makhluknya. Bahkan tak jarang kadang kita tindas kaum yang lemah. Beranggapan bahwa didunia kita lah penguasanya. Nah, jika itulah perilaku kita, maka sejatinya kita tak pernah paham dengan diri kita sendiri dan tak paham kebesaran Allah. Kita tak paham bahwa kita adalah makhluk yang kecil dimataNya. Kita tau . Namun kita tak paham ! Coba sejenak pikirkanlah mengenai ciptaan-ciptaan-Nya. Bukankah kita tak lebih besar dari pepohonan ?bukankah kita Tak lebih besar dari lautan ,Tak ada apa apa dibandingkan planet planet dan Tak ada apa apa jika dibandingkan matahari dan galaksi ? Bukankah kita kecil dibandingkan ciptaan-Nya itu ? Lantas mengapa kita merasa besar ? Melakukan perbuatan tercela dengan sesuka kita. Tidakah kita sadar diri ?
Kawan kawan, Ada perlunya kita melihat sekeliling untuk pahamkan diri sendiri , bahwa ada Dzat yang Maha Besar. Sehingga ketika paham ini, insyaa allah kita akan menunjukkan bentuk kepahaman tadi dengan segala perbuatan kita . Allah swt berfirman :

“190.Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” (Q.S Ali Imran 190-191)

Bait ke-empat
Barangsiapa mengenal diri.
Maka telah mengenal Tuhan yang bahari.

Sekarang coba lihat diri kita sendiri. Sejenak berkacalah. Bukankah kita tercipta dengan bentuk yang sebaik baik bentuk ? Pikirkanlah tak hanya yang tampak fisik, tapi pikirkan juga organ penyusun hal yang tampak. Pikirkanlah bagaimana mata bisa melihat dengan susunan saraf yang perfect , Yang kekurangan satu saja bisa berpengaruh pada penglihatan?
Pikirkanlah bagaimana struktur kulit yang tipis ini disusun . Bukankah kita telah belajar dibangku sekolah ? Lantas, sudah pahamkah kita betapa sempurnanya penciptaan kita ? Ini baru hanya contoh kecil dari bagian tubuh kita, (kulit dan mata) , namun bukankah dari sini saja kita bisa sadar bahwa penciptaan kita dilakukan oleh Dzat yang Luar Biasa Maha Besar. Yang mampu menyusun dan membentuk sedemikian rupa dengan sangat detail sekali.

Saya harap kita tak cuman menjadikan pengetahuan itu semata mata hanya untuk tau saja. Tapi berpikir dan pahamlah. Agar kita sadar bahwa ada Dzat yang Maha besar yang telah sempurnakan kita.

Allah berfirman :
“sesungguhnya Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya.) (Q.S At-Tiin : 4)

Bait kelima
Barangsiapa mengenal dunia.
Tahulah ia barang terpedaya .

Tadi telah kita bahas bersama, bahwa tak ada apa apanya kita dibandingkan dunia. Kita hanya makhluk kecil yang ingin mencapai tujuan lewat kehidupan didunia. Dunia bakal menjadi sandungan besar dalam mencapai tujuan. Tapi bisa juga menjadi kesempatan untuk mencapai tujuan. Namun, terkadang kita manusia mempunyai kecendrungan besar dalam mencintai dunia. Seolah olah kita meletakkan dunia di hati kita. Hingga sgla tindak tanduk prilaku kita hanya untuk dunia. Kita hanya memberi manfaat kepada diri sendiri tanpa pernah berfikir untuk memberi kemanfaatan bagi khalayak ramai. Kita lupa menebar kebaikan. Karena yang kita pikirkan hanyalah dunia kita. Bukan dunia manusia lainnya. Kita bertindak individualis walau kita harus bersosialisasi. Jika kita begini, maka nyatalah bahwa dunia telah taklukkan hati kita .

Bait keenam .
Barang siapa mengenal akhirat.
Tahulah ia dunia mudharat.

Dunia adalah tempat persinggahan para umat manusia. Bak musafir yang melepas penat di bawah pohon untuk selanjutnya meneruskan perjalanan. Maka , kesempatan didunia yang sekali, kita tak boleh gagal. Kita harus berhasil karena tak kan ada kesempat kedua. Tak kan ada kehidupan kedua setelah kematian nanti. Tak kan ada remedial amalan. Sekali hidup kita harus berhasil. Berhasil sampaikan kita ketujuan besar kita didunia. Hingga kita mampu menuju-Nya di ujung penghidupan yang kekal nanti. ALLAH SWT . Aamiin aamiin ya rabbal 'alamiin.

Demikian tulisan ini dibuat, terimakasih kepada Ust. Rully Oktoberyanto atas motivasi hebatnya hari ini. Semoga kemanfaatan ini bisa dapat terus mengalir untukmu dan juga untuk kami :)

Jumat, 08 Agustus 2014 3 komentar

Kemarilah, LDK menunggumu ^^ (edisi 1)

Pernah dengar istilah LDK ? Atau mungkin sudah tau mengenai LDK ?
Apa itu LDK ? Dimana adanya ? Dan untuk apa ?
Pentingkah ? Atau malah tak berguna apa apa ?

Rangkaian pertanyaan ini tak kan mampu anda jawab sebelum anda  benar benar membersamainya (LDK). Tak kan mampu anda pahami sebelum  berkecimpung didalamnya. Dan tak kan mampu anda cintai, sebelum anda membuka diri untuk mengenalnya. Kami harap saat kalian menginjakkan kaki dilingkungan baru anda, (Dunia kampus). Anda akan mencarinya dimanapun kampus anda.

Kami harap anda akan menomorsatukannya dibandingkan perkumpulan perkumpulan lain yang mungkin tlah lbih dulu mencuri hati anda.

Kami harap anda ingin mengenalnya lebih dalam dan membersamainya sebentar saja. Yah. Sisihkan lah waktu anda sebentar saja meski mgkin anda terpaksa untuk melihatnya. Sempatkanlah kehadiran anda untuk membersamainya . Dua minggu atau mgkin sebulan. Bergabunglah dan membaurlah didalamnya. Nikmatilah waktu waktu anda yang sebentar dalam keterpaksaan itu. Nikmatilah . Biarkan jerat keterpaksaan lepas sendiri dari jiwa anda. Biarkan belenggu setan yang memalaskan anda hilang dengan sendiri. Ya hilang. Hilang karena ternyata anda tlah rela tertawan sendiri didalamnya.

Anda tak perlu khawatir. Ini bukanlah perkumpulan yang menyeramkan seperti yang mgkin anda kira.Tenanglah. Kami yang didalamnya bukanlah sekumpulan penjahat yang srg anda dengar di media kini. Kami juga bukanlah teroris. Kami hanya sekelompok mahasiswa biasa yang dulunya sama seperti anda . Yang habis disuapi media hingga lupa tujuan. Yang terlena dibuai dunia hingga lupa akhir. Ya mungkin itulah kami dulu.

Sekarang, LDK telah sesatkan jalan kami. Sesat yang tak biasa . Ya , ini memang sesat yang tak biasa. Karena sesat ini sesat yang tak bertumpah duka tpi malah menuai suka. Sesat yang tahu arah bukan yang kesana kemari tak jelas tujuan. Sesat dengan pedoman, bukan sesat yang menyesatkan. Percayalah, ini bukanlah sesat yang biasa. Karena disini anda akan di buat mengubah haluan. Haluan menuju ke diri anda yang baru, yang jauh lebih baik dari diri anda hari ini . Anda tertarik ? ? Atau malah semakin membingungkan ?

Jika anda tertarik , maka segeralah datang membersamai kami. Kami sudah lama menunggu anda disini. Cepatlah datang :)

Jika anda bingung dan masih jga bertanya tanya tentangnya,  ya tetap datanglah untuk mengenalinya. Karena seperti yang tlah disampaikan diatas, kata tak akan mampu mewakili banyaknya kenikmatan yang ada didalamnya . Kata tidak akan mampu menggambarkan bagaimana syahdunya membersamai mereka  .Kami ingin anda membuktikan sendiri bahwa disini menyenangkan . Ayolah kemari, kami menunggu anda :)

Percayalah , disini menyenangkan :)
Membersamai para orang orang baik dalam eratnya ukhuwah itu menyenangkan :)
Membersamai para pecinta ilmu dan para pecinta qur'an itu juga menyenangkan :)
Saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran itu hadirkan ketenangan :)
Datanglah, karna kami ingin menikmati ini semua dengan anda. Para pejuang baru yang siap mewarnai kampus anda. :)
Selamat datang, kami menunggu anda semua. Di LDK. Di Lembaga Dakwah Kampus  :)







Kamis, 31 Juli 2014 0 komentar

Aku Muslim Ramadhan ? ?

Ramadhan telah berlalu meninggalkan kita . Bulan beserta keagungannya ini telah menjauh. Kenikmatan qiyamul lail tarawih berjamaah dan gema tadarusan dilangit malam pun tak lagi bisa kita rasakan. Sahut sahutan tilawah dari masjid satu ke masjid lain tak bisa didengar lagi. Amalan sunnah kini telah kembali menjadi sunnah dgn tak lagi bernilai wajib. Ah. Nyatanya mereka tlah pergi. Pergi tanpa meninggalkan kepastian bahwa kita telah sukses mengisinya hingga digelari takwa. Pergi tanpa dapat kita pastikan, masih milik kita kah ramadhan tahun depan ? Atau malah setahun kedepan kita sedang mengisi umur umur kita yang tak lagi bersisa panjang ?

Memikirkan ramadhan yang telah pergi hanya menyisakan penyesalan penyesalan atas ketidakmaksimalan pengabdian didalamnya. Pergi saat baru saja mulai menikmati. Ya Tapi mau gimana lgi, Ramadhan memang telah pergi dan itulah kenyataannya.
 
Namun, jika ditelaah lebih jelas. ada hal aneh yang juga muncul seiring dengan kepergian ramadhan. Fakta ini kontras umum terjadi di masyarakat islam pada umumnya. Yakni kondisi muslim ramadhan dan muslim seutuhnya. "Muslim Ramadhan" ?? Ntahlah. Tidak ada maksud untuk mengkotak kotakkan definisi dari muslim itu sendiri. Hanya saja, pertanyaan yang mungkin muncul pasca syawal dtg ialah "are we moeslim are ramadhan ?". "Apakah kita muslim hanya saat ramadhan ?" Apakah selama kita hidup kita hanya menjadi muslim saat ramadhan dan kembali kepada kekufuran saat ramadhan pergi ?"

Ya. Muslim Ramadhan. Berlomba lomba dalam pengabdian di bulan ramadhan, dan kembali menghilang saat ramadhan pergi. Lihatlah shaf yang tak lagi ramai. Jajaran sendal yang tak sesesak sebulan yang lalu. Lalu lalang orang yang berpakaian rapi dengan wewangian untuk memenuhi panggilan-Nya . Kemana suasana itu dan dimana kita sekarang ? Apakah ramadhan pergi juga membawa pergi semangat pengabdian kita ? Apakah perginya ramadhan secara langsung menghapus kewajiban kita dibulan yang lain ?

Ya. Ramadhan memang telah pergi. Tapi seharusnya semangat mengabdi kita harus tetap tinggal.Ramadhan bukan lah bulan tradisi. Karena sholat dan ibadah yang lain jga bukan ibadah tradisi yang hanya sebulan setahun. Itu kewajiban kita. Dan bukan tradisi. Sebagaimana tertuang dalam Firman-Nya :

"Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia , melainkan untuk beribadah kepada-Ku" (Adz- Zariyat)

Kewajiban mengabdi kita ialah sampai ruh berpindah alam . Maka selama kita bernafas dan bertebaran dimuka bumi, maka mengabdilah. Ketidakseriusan kita dalam  mengabdi hanya akan menyusahkan diri kita saat penghisaban seluruh amal kita nanti.
 
Karena amal kita yang dihisab bukanlah amalan saat ramadhan saja. Tapi saat kita hiduo didunia. 11 bulan membangkang dan 1 bulan mengabdi ? Secara matematis, tentunya kita telah tau dimana kita ditempatkan nanti jika kita begini. Hitungan-Nya mungkin tak bisa kita samakan, tapi mencari posisi terbaik dengan mengejar sebanyak banyak amal bukanlah lebih mengamankan ? :)

Maka dari itu, Pahamilah. Ramadhan itu bulan persiapan . Bulan mempersiapkan bekal untuk menggempur godaan setan yang akan jauh lebih berat 11 bulan kedepan. Memang setan berada diposisi diikat dibulan itu, dan bebas dibulan lain. Tapi bukankah menang dengan perlawanan lebih menyenangkan ? :)

Pahamilah. Bahwa segala pengabdian yang selama ini kita lakukan ialah pengabdian seumur hidup. Pengabdian tak sebatas ramadhan. Karena bkan ramadhan lah tempat kita mengabdi, tapi Allah swt dzat yang kita sembahi.

Maka ijinkan kami mengutip dan merubah redaksi nasihat Abu Bakar kepada Umar dan seluruh kaum muslimin saat Rasulullah saw mengakhiri kehidupannya dimuka bumi.
 
"Barangsiapa yang ibadahnya karena Ramadhan , maka pahamilah bahwa ramadhan telah pergi meninggalkan kita. Tapi barangsiapa yang hidup dan ibadahnya karena Allah swt, maka ketahuialah 
bahwa Allah swt tak akan pernah meninggalkan kita" :)
Selasa, 22 April 2014 0 komentar

Saat Kita Jatuh Cinta


Saat kita jatuh cinta, dia tak lagi dia yang biasanya. Mata kita akan melihatnya unggul dibandingkan dengan siapapun juga. Dia tak tertandingi siapapun, dan akan menang dalam segala hal. Saat kita jatuh cinta, dialah satu satunya.

Saat kita jatuh cinta, dia akan datang tak seperti  biasanya. Dia akan datang sesering dan kapanpun juga. Karena Wujudnya tak cuman dilihat oleh bola matamu saja. Tapi penglihatan akalmu akan menangkapnya jelas diingatan kepala.jsia

Saat kita jatuh cinta, gejolak akan terus dan terus dibuat olehnya. Meskipun faktanya ia hanya diam tak melakukan apa apa. Tapi, hal darinya akan selalu hadirkan suasana itu. Tak hanya melihat dan mendengar, bahkan mengingatnya saja sudah menambah kencang denyut jantung kita. Semakin cepat dan semakin cepat, dan kadang susah untuk ‘ditutupi’.

Saat kita jatuh cinta, gejolak yang tak tertahan kadang begitu mudah kita lepaskan. Kita keluarkan oleh ungkapan ungkapan, yang menunjukkan segala yang ada diperasaan.Akhirnya cinta dan sayang pun begitu mudah dilontarkan.
Sabtu, 12 April 2014 0 komentar

Ujian Menyampaikan




“Saling nasihat menasihati dalam kebaikan dan kesabaran ”. Tentunya kalian semua pernah membaca, mendengar ataupun sudah mengetahui tentang penggalan kata diatas. Ayat terakhir yang terdapat di bagian juz akhir, tepatnya Surah Al Ash ayat ke 3 ini setidaknya memberikan kita bocoran agar kita dapat hidup untung didunia tanpa memperoleh kerugian. Yakni, membagi bagikan nikmat islam yang kita pahami dan amalkan kepada setiap mereka yang mungkin belum merasakan. Yang sudah berislam, tapi mungkin belum benar benar tercelupkan (sibghoh). Dan cara menyebarkan ini tentunya salah satunya bisa kita lakukan dengan menyampaikan. Tak perduli ianya lewat lisan, ketikan ataupun tulisan, berjilid jilid cetakan, ataupun segala kicauan di sosmed. Toh, mereka semua emang sarana yang ada untuk memudahkan kita dalam menyebarkan segala kebaikan. Maka itu, sangatlah disayangkan jika ianya hanya digunakan untuk berbagi kegalauan dan kegiatan yang dialami sehari hari. Karena bisa jadi, yang lain pun tak ingin dengarkan dan tau aktivitas yang kalian ceritakan. #eh
 
;