Minggu, 19 Januari 2014 0 komentar

Untukmu Para Pengemban Amanah



19 Januari 1014. Setiap orang punya cara pandang tersendiri mengenai amanah. Ada yang menganggap ianya sesuatu yang menakutkan, namun ada juga yang berburu untuk mendapatkan. Ada yang takut menerimanya lantaran takut tergolong pribadi yang munafik (jika tak menjalankan dengan baik), namun ada juga yang berlomba-lomba untuk meraih jabatan dan akhirnya mendapatkan amanah .
Minggu, 29 Desember 2013 0 komentar

Berkaca padanya, Sang Pengabdi tanpa Mata



Pengalaman adalah guru kehidupan yang paling berharga. Guru yang mengajarkan segala hikmah yang tersingkap dibalik tabir kisah nyata yang kita jalani sehari hari. Ntah itu cerita tentang kebaikan, atau mungkin cerita keburukan. Bisa terdapat dikisah suka, maupun dikisah duka. Semuanya selalu mengandung berbagai pelajaran yang tersirat ataupun yang terlihat langsung. Membekas kuat di ingatan karena memang ini dialami diri kita sendiri. Mengikat kuat di pikiran karena memang kita sendirilah yang terjun langsung melewatinya. Dan setiap kita tentunya telah melalui banyak kisah yang telah menjadi pengalaman hidup. Setiap kitapun berbeda beda cara dalam melewatinya. Tentunya kisah yang berbeda beda ini melahirkan pengalaman yang berbeda pula.
Minggu, 22 Desember 2013 0 komentar

Akulah Sang Provokator !


    Langkah demi langkah terus dia tapaki menyusuri setiap tempat yang ramai dikunjungi. Fokus utamanya ialah mencari sosok yang bisa dia ajaki. Lisannya lancar meluncurkan kata kata lembut guna menarik hati pendengar agar mampu menerima perkataannya dengan baik. Senyum tampak mengembang lebar diwajahnya. Matanya pancarkan tatapan kesejukan yang mampu hipnotis orang dihadapannya hingga mereka pun merasakan keteduhan. Hati mereka saling bertemu. Ruh mereka berbenturan dan saling berbicara. Sang Pendengar pun berhasil ditaklukkan hatinya. Dan bersama dengannya, pendengar bergerak mengikuti sosok yang mengajaknya itu. Tak ada keterpaksaan. Ini murni ajakan lisan. Perkataan Lisan yang lembut seperti yang Rasulullah contohkan.

     Mereka sudah hampir sampai. Sang pengajak sudah hampir tiba ditempat tujuan. Dibelakangnya tampak jelas orang mengikutinya . Tampak raut senang diwajah mereka karena memang ajakannya tak bersifat paksaan.  Ini murni ajakan ruhani yang berhasil menggetarkan dan menggugah orang yang mendengarkan. Hingga akhirnya mereka sampai kesini. Ke Majelis Ilmu. Yang lain tampak sudah menunggu mereka. Senyum demi senyum menyambut kedatangan mereka yang mengikuti sosok pengajak. Ukhuwah terasa begitu kental. Ruh mereka terasa saling berdekapan. Suasana yang tercipta pun penuh ketenangan. Menentramkan. Hingga tak salah jika nanti mereka yang mendengarkan datang kesini lagi Tanpa perlu adanya ajakan. Karena bukan cuman jasad mereka yang cinta majelis ini, tapi ruh mereka pun menyukainya. Bahkan sangat menyukainya.
Senin, 09 Desember 2013 6 komentar

Menulislah, tulisanmu tak akan mati !



9 Desember 2013. Berawal dari sini, lagi lagi tergerak untuk lakukan penghimbauan. Tak perlu capek bersuara lantang. Hanya cukup konsenkan pikiran, dan arahkan pandangan kekertas kosong. Biarkan kata demi kata mengalir deras di iringi dengan gerakan jari jari lentikmu. Jangan biarkan tarian tanganmu berhenti untuk bergerak indah, Teruskanlah dan biarkan ia (pensilmu) smakin berkreasi . Hingga terhimpun paragraph paragraph pikiran hasil dari ide yang berhasil dituangkan.

 
Blogger’sShout-Out. Nama ini yang akhir akhir ini berhasil mengusik semangatku. Bukan menurunkan dan melunturkannya, malah semakin menaikkan adrenalin menulisku. Sebuah komunitas yang menghimpun blogger blogger kreatif untuk berkreasi dan mengukir karya dalam bentuk tulisan. Berbeda kota, usia serta genre tulisan tak jadi penghalang untuk setiap individu menyatu. Kecintaan pada menulislah yang merubah segala perbedaan menjadi sebuah kesatuan.

Penemuan tentang BSO pertama kali dikabarkan oleh orang yang telah terjun lebih dulu didalamnya. Seorang teman yang lahir lebih dulu dan berusia sedikit lebih tua, *Derry Oktriana . Tak ingat kapan itu tanggal pastinya, yang jelas awal pengenalan tentang BSO olehnya membuat diri tertarik untuk ikut bergabung didalamnya. Masih awamnya kemampuan menulis dan mengeksplor ide pun menjadi salah satu alasan yang membentuk “keinginan” untuk bergabung. Yang saya yakini, Banyaknya blogger blogger kreatif didalamnya pastinya akan banyak memberikan inspirasi diri hingga lama kelamaan statistic kemampuan menulis diri akan semakin meningkat dari waktu ke waktu.

“Campaign bulanan BSO”. Penjelasan ini yang paling jelas teringat dalam pikirku. Kegiatan menulis bulanan yang dilakukan oleh semua member BSO dengan mengusung satu tema besar saja. Kegiatan yang tampak simple dan mudah. Namun menurutku, disinilah letak keunggulan grup ini, yakni berhasil mengorbitkan banyak tulisan dalam setiap bulannya.  Bukan hanya itu saja, dengan menyamakan tema juga banyak berdampak pada peningkatan kemampuan mengeksplor ide . Beragamnya ide yang terkumpul dengan tema yang sama membuat grup ini banyak memproduksi variasi variasi dalam gaya penulisan dan penjabaran tema. 1 tema tapi berbeda pengeksploran ide dan pemikiran. Menarik bukan ? J Setelah tau ini, Bagaimana mungkin tak terbersit niat untuk bergabung sementaranya ianya terlalu menarik untuk di ikuti? 
Senin, 02 Desember 2013 0 komentar

PKN 2013, Pentingkah ?


2 Desember 2013. Tak terasa diri kita semua telah hampir tiba dipenghujung masehi. Perjalanan panjang yang telah dilalui pun terasa begitu singkat sekali terlewati. Waktu waktupun sudah banyak kita habisi dengan rentetan rentetan perilaku yang kita goreskan dalam melukis hari. Dari januari hingga kini, ntah apa yang telah kita beri. Mewarnai lingkungan dengan baiknya pribadi atau malah kalah terwarnai oleh lingkungan buruk dan akhirnya diri terjerumus dalam lembah kebathilan ? Beruntunglah kita jika mampu memenangkan hari dalam situasi lingkungan yang penuh dengan keburukan. Tetap berperangai malaikat walau setan terus berusaha mengajak dan menghasut kepada kejahatan.  
Senin, 11 November 2013 0 komentar

dia pahlawanku! pahlawan kita!

10 November 2013. Dalam rutinitas yang sesak padat ,pikir tergerak untuk sempatkan bergelut dihadapan sang pacar tercinta (laptop) .Waktu yang mepet tak jadi penghalang untuk tetap kebut luncurkan bait kata penyemangat. Kata demi kata pun rasanya ingin cepat cepat dituliskan agar jiwa yang lemah langsung menjadi kuat. Lelah dan letih langsung habis disikat. Malas yang tadinya saling berhimpit himpit kini berganti menjadi rajin yang berdempet dempet. Semuanya menyatu padu hingga yang didapat adalah percikan api semangat. Yang kobarannya melejit hebat tatkala minyak habis ditumpahkan. Hingga lahirlah semangat yang begitu lebat. #Kuat.
Senin, 28 Oktober 2013 6 komentar

#PemudaDulu Vs #PemudaKini


28 Oktober 2013. Hari ini kita dihadapkan dengan momentum sejarah akan bait perjuangan yang telah ditorehkan pemuda masa lalu. Yang berani melawan kekejaman para penjajah demi satu tujuan bersama. Pemuda yang berhasil mendobrak seluruh rakyat untuk tak diam terima penindasan dan melantangkan keras perkataan perjuangan. Menebarkan api semangat ke seluruh pelosok negeri hingga tergerak untuk mengusir para penjajah. Hingga Negara tercintapun menemukan kedamaian karena lenyapnya penindasan oleh bangsa penjarah. Tujuan mereka hanya 1, Kemerdekaan kita, Bangsa Indonesia.

Perbedaan karakter tak lantas membuat mereka sulit untuk berbaur. Tak bersatu suku juga tak lantas menjadikan mereka tak mampu menyatu. Justru segala pembeda telah berhasil mereka gabungkan hingga timbul percikan semangat kebangkitan yang luar biasa menggetarkan. Hingga akhirnya tujuan bersama mampu mereka songsong , kemerdekaan kita, Bangsa Indonesia.
 
Hal ini membuat diri terusik  untuk menuangkan goresan tinta tentang bait pemuda pejuang. Yang berbicara lantang dan bergerak gesit hadapi segala problem kehidupan. Kuat lalui cobaan dan tangguh menerebos duri melintang yang selalu menghadang. Pantang keluar keluh kesah lantaran jiwanya terus diasah hingga mampu membedah setiap masalah habis tak bersisa sedikitpun alias bersih. Gentar tak pernah dirasakan walaupun masalah terus menumpuk dan semakin berjibun. Sedikit perkataan namun banyak aksi nyata yang ditunjukkan. Ini dia , #PemudaDulu.

Yap. #PemudaDulu ! Pemuda yang tentunya tlah hidup lebih awal namun berhasil menorehkan namanya dalam catatan sejarah. Sejarah kebaikan pastinya. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang tak secanggih saat ini, tak menjadikannya lemah untuk hadapi segala ujian. Justru kekurangannya trus ia tambal sehingga mampu melejitkan dirinya ke pemuda barisan terdepan. Sampai akhirnya mereka mampu tiba ke puncak tertinggi saat itu.
Ali bin Abi Thalib, Saad bin Abi  Waqqash, Zaid Bin Tsabit adalah sebagian kecil pemuda yang berhasil menorehkan kenangan manis dimasa mudanya. Bahkan sampai akhir hayatnya mereka tetap berada pada posisi terbaik bahkan lebih baik dari itu. Namanya dikenang oleh semua orang dipenjuru dunia sebagai pemuda penggebrak peradaban islam. Tidak hanya mereka saja pemuda yang luar biasa. Masih banyak pemuda diluaran sana yang juga seperti mereka. Namun, saya hanya bisa terharu dan iri mendengar aksi dua pemuda heroic yang luar biasa super. Muadz bin Amr bin Jamuh dan Mu’awwidz bin afra. Pemuda yang berhasil menghabisi musuh Islam saat waktunya masih muda. Umur 14 dan 13 tahun waktu mereka torehkan tinta ini. Kecintaan mereka kepada Rasul, menjadikan kekuatan mereka melejit berkali kali lipat saat mereka dengar sang Rasul dihina dan dicaci oleh para Musuh Islam. Padahal mereka saat itu tinggal jauh dari tempat dimana Rasul dicaci. Namun, telinganya berasa panas mendengarkan ini sehingga timbul dorongan kuat untuk membuktikan kecintaannya kepada Rasul saat itu. Walaupun diujung peperangan, musuh berhasil mereka libas. Tapi salah satu dari mereka kehilangan tangannya. Namun apa yang terjadi ? tak ada keluh kesah yang keluar . Yang ada malah rasa senang yang membuncah lantaran berhasil membuktikan cintanya. Ini kekuatan cinta. Kekuatan Visi.
 
Hal diatas Berbeda sekali dengan #PemudaKini. Pemuda yang dikelilingi banyak macam perkembangan ilmu dan teknologi namun tak mampu mengembangkan diri sendiri. Hanya cenderung diposisi aman dan enggan untuk bergerak. Urusan pribadi selalu berada diposisi teratas hingga kepentingan yang lainpun tak dipikirkan. Cuman Ber-orientasi pada keuntungan pribadi semata hingga tak perduli dengan nasib baik atau buruk orang lain. Akan bergerak jika menguntungkannya , dan diam jika hanya membuatnya rugi ? Ironi bukan ?

PemudaKini seperti kehilangan Visi. Hingga tak punya taring untuk menggapai keinginan. Yang dipikirkan hanya kepuasan pribadi. Kepentingan orang banyak tak diperdulikan hingga namanya hanya dikenal oleh dirinya sendiri. Bermimpi seolah berada dipuncak padahal hanya berada di posisi standar.  

 
;