19 Januari 1014. Setiap orang punya cara pandang
tersendiri mengenai amanah. Ada yang menganggap ianya sesuatu yang menakutkan,
namun ada juga yang berburu untuk mendapatkan. Ada yang takut menerimanya
lantaran takut tergolong pribadi yang munafik (jika tak menjalankan dengan baik),
namun ada juga yang berlomba-lomba untuk meraih jabatan dan akhirnya mendapatkan
amanah .
Pengalaman adalah guru kehidupan
yang paling berharga. Guru yang mengajarkan segala hikmah yang tersingkap
dibalik tabir kisah nyata yang kita jalani sehari hari. Ntah itu cerita tentang
kebaikan, atau mungkin cerita keburukan. Bisa terdapat dikisah suka, maupun dikisah
duka. Semuanya selalu mengandung berbagai pelajaran yang tersirat ataupun yang
terlihat langsung. Membekas kuat di ingatan karena memang ini dialami diri kita
sendiri. Mengikat kuat di pikiran karena memang kita sendirilah yang terjun
langsung melewatinya. Dan setiap kita tentunya telah melalui banyak kisah yang
telah menjadi pengalaman hidup. Setiap kitapun berbeda beda cara dalam
melewatinya. Tentunya kisah yang berbeda beda ini melahirkan
pengalaman yang berbeda pula.
Langkah demi langkah terus dia
tapaki menyusuri setiap tempat yang ramai dikunjungi. Fokus utamanya ialah
mencari sosok yang bisa dia ajaki. Lisannya lancar meluncurkan kata kata lembut
guna menarik hati pendengar agar mampu menerima perkataannya dengan baik.
Senyum tampak mengembang lebar diwajahnya. Matanya pancarkan tatapan kesejukan
yang mampu hipnotis orang dihadapannya hingga mereka pun merasakan keteduhan.
Hati mereka saling bertemu. Ruh mereka berbenturan dan saling berbicara. Sang
Pendengar pun berhasil ditaklukkan hatinya. Dan bersama dengannya, pendengar
bergerak mengikuti sosok yang mengajaknya itu. Tak ada keterpaksaan. Ini murni
ajakan lisan. Perkataan Lisan yang lembut seperti yang Rasulullah contohkan.
Mereka sudah hampir sampai. Sang
pengajak sudah hampir tiba ditempat tujuan. Dibelakangnya tampak jelas orang
mengikutinya . Tampak raut senang diwajah mereka karena memang ajakannya tak
bersifat paksaan. Ini murni ajakan
ruhani yang berhasil menggetarkan dan menggugah orang yang mendengarkan. Hingga
akhirnya mereka sampai kesini. Ke
Majelis Ilmu. Yang lain tampak sudah menunggu mereka. Senyum demi senyum
menyambut kedatangan mereka yang mengikuti sosok pengajak. Ukhuwah terasa
begitu kental. Ruh mereka terasa saling berdekapan. Suasana yang tercipta pun
penuh ketenangan. Menentramkan. Hingga tak salah jika nanti mereka yang
mendengarkan datang kesini lagi Tanpa perlu adanya ajakan. Karena bukan cuman jasad mereka yang cinta majelis ini, tapi ruh mereka
pun menyukainya. Bahkan sangat menyukainya.
9 Desember 2013. Berawal dari
sini, lagi lagi tergerak untuk lakukan penghimbauan. Tak perlu capek bersuara
lantang. Hanya cukup konsenkan pikiran, dan arahkan pandangan kekertas kosong.
Biarkan kata demi kata mengalir deras di iringi dengan gerakan jari jari
lentikmu. Jangan biarkan tarian tanganmu berhenti untuk bergerak indah, Teruskanlah
dan biarkan ia (pensilmu) smakin berkreasi . Hingga terhimpun paragraph
paragraph pikiran hasil dari ide yang berhasil dituangkan.
Blogger’sShout-Out. Nama ini yang akhir akhir ini berhasil mengusik semangatku.
Bukan menurunkan dan melunturkannya, malah semakin menaikkan adrenalin menulisku.
Sebuah komunitas yang menghimpun blogger blogger kreatif untuk berkreasi dan
mengukir karya dalam bentuk tulisan. Berbeda kota, usia serta genre tulisan tak
jadi penghalang untuk setiap individu menyatu. Kecintaan pada menulislah yang
merubah segala perbedaan menjadi sebuah kesatuan.
Penemuan tentang BSO pertama kali
dikabarkan oleh orang yang telah terjun lebih dulu didalamnya. Seorang teman
yang lahir lebih dulu dan berusia sedikit lebih tua, *Derry Oktriana . Tak
ingat kapan itu tanggal pastinya, yang jelas awal pengenalan tentang BSO
olehnya membuat diri tertarik untuk ikut bergabung didalamnya. Masih awamnya kemampuan
menulis dan mengeksplor ide pun menjadi salah satu alasan yang membentuk
“keinginan” untuk bergabung. Yang saya yakini, Banyaknya blogger blogger
kreatif didalamnya pastinya akan banyak memberikan inspirasi diri hingga lama
kelamaan statistic kemampuan menulis diri akan semakin meningkat dari waktu ke
waktu.
“Campaign
bulanan BSO”. Penjelasan ini yang paling jelas teringat dalam
pikirku. Kegiatan menulis bulanan yang dilakukan oleh semua member BSO dengan
mengusung satu tema besar saja. Kegiatan yang tampak simple dan mudah. Namun
menurutku, disinilah letak keunggulan grup ini, yakni berhasil mengorbitkan
banyak tulisan dalam setiap bulannya.
Bukan hanya itu saja, dengan menyamakan tema juga banyak berdampak pada
peningkatan kemampuan mengeksplor ide . Beragamnya ide yang terkumpul dengan
tema yang sama membuat grup ini banyak memproduksi variasi variasi dalam gaya
penulisan dan penjabaran tema. 1 tema tapi berbeda pengeksploran ide dan
pemikiran. Menarik bukan ? J Setelah
tau ini, Bagaimana mungkin tak terbersit niat untuk bergabung sementaranya
ianya terlalu menarik untuk di ikuti?
2 Desember 2013. Tak terasa diri
kita semua telah hampir tiba dipenghujung masehi. Perjalanan panjang yang telah
dilalui pun terasa begitu singkat sekali terlewati. Waktu waktupun sudah banyak
kita habisi dengan rentetan rentetan perilaku yang kita goreskan dalam melukis
hari. Dari januari hingga kini, ntah apa yang telah kita beri. Mewarnai
lingkungan dengan baiknya pribadi atau malah kalah terwarnai oleh lingkungan
buruk dan akhirnya diri terjerumus dalam lembah kebathilan ? Beruntunglah kita
jika mampu memenangkan hari dalam situasi lingkungan yang penuh dengan
keburukan. Tetap berperangai malaikat walau setan terus berusaha mengajak dan
menghasut kepada kejahatan.
10 November 2013. Dalam rutinitas yang sesak padat ,pikir tergerak untuk sempatkan bergelut dihadapan sang pacar tercinta (laptop) .Waktu yang mepet tak jadi penghalang untuk tetap kebut luncurkan bait kata penyemangat. Kata demi kata pun rasanya ingin cepat cepat dituliskan agar jiwa yang lemah langsung menjadi kuat. Lelah dan letih langsung habis disikat. Malas yang tadinya saling berhimpit himpit kini berganti menjadi rajin yang berdempet dempet. Semuanya menyatu padu hingga yang didapat adalah percikan api semangat. Yang kobarannya melejit hebat tatkala minyak habis ditumpahkan. Hingga lahirlah semangat yang begitu lebat. #Kuat.
28 Oktober 2013. Hari
ini kita dihadapkan dengan momentum sejarah akan bait perjuangan yang telah
ditorehkan pemuda masa lalu. Yang berani melawan kekejaman para penjajah demi
satu tujuan bersama. Pemuda yang berhasil mendobrak seluruh rakyat untuk tak diam
terima penindasan dan melantangkan keras perkataan perjuangan. Menebarkan api
semangat ke seluruh pelosok negeri hingga tergerak untuk mengusir para
penjajah. Hingga Negara tercintapun menemukan kedamaian karena lenyapnya
penindasan oleh bangsa penjarah. Tujuan mereka hanya 1, Kemerdekaan kita, Bangsa Indonesia.
Perbedaan karakter
tak lantas membuat mereka sulit untuk berbaur. Tak bersatu suku juga tak lantas
menjadikan mereka tak mampu menyatu. Justru segala pembeda telah berhasil
mereka gabungkan hingga timbul percikan semangat kebangkitan yang luar biasa
menggetarkan. Hingga akhirnya tujuan bersama mampu mereka songsong ,
kemerdekaan kita, Bangsa Indonesia.
Hal ini membuat
diri terusik untuk menuangkan goresan
tinta tentang bait pemuda pejuang. Yang berbicara lantang dan bergerak gesit
hadapi segala problem kehidupan. Kuat lalui cobaan dan tangguh menerebos duri
melintang yang selalu menghadang. Pantang keluar keluh kesah lantaran jiwanya
terus diasah hingga mampu membedah setiap masalah habis tak bersisa sedikitpun
alias bersih. Gentar tak pernah dirasakan walaupun masalah terus menumpuk dan
semakin berjibun. Sedikit perkataan namun banyak aksi nyata yang ditunjukkan.
Ini dia , #PemudaDulu.
Yap. #PemudaDulu ! Pemuda yang tentunya tlah
hidup lebih awal namun berhasil menorehkan namanya dalam catatan sejarah. Sejarah kebaikan
pastinya. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang tak secanggih saat ini, tak
menjadikannya lemah untuk hadapi segala ujian. Justru kekurangannya trus ia
tambal sehingga mampu melejitkan dirinya ke pemuda barisan terdepan. Sampai
akhirnya mereka mampu tiba ke puncak tertinggi saat itu.
Ali bin Abi
Thalib, Saad bin Abi Waqqash, Zaid
Bin Tsabit adalah sebagian kecil pemuda yang berhasil menorehkan kenangan manis
dimasa mudanya. Bahkan sampai akhir hayatnya mereka tetap berada pada posisi
terbaik bahkan lebih baik dari itu. Namanya dikenang oleh semua orang dipenjuru
dunia sebagai pemuda penggebrak peradaban islam. Tidak hanya mereka saja pemuda
yang luar biasa. Masih banyak pemuda diluaran sana yang juga seperti mereka. Namun,
saya hanya bisa terharu dan iri mendengar aksi dua pemuda heroic yang luar
biasa super. Muadz bin Amr bin Jamuh dan Mu’awwidz bin afra. Pemuda yang berhasil
menghabisi musuh Islam saat waktunya masih muda. Umur 14 dan 13 tahun waktu
mereka torehkan tinta ini. Kecintaan mereka kepada Rasul, menjadikan kekuatan
mereka melejit berkali kali lipat saat mereka dengar sang Rasul dihina dan
dicaci oleh para Musuh Islam. Padahal mereka saat itu tinggal jauh dari tempat dimana
Rasul dicaci. Namun, telinganya berasa panas mendengarkan ini sehingga timbul
dorongan kuat untuk membuktikan kecintaannya kepada Rasul saat itu. Walaupun
diujung peperangan, musuh berhasil mereka libas. Tapi salah satu dari mereka kehilangan tangannya. Namun apa yang terjadi ? tak ada keluh kesah yang keluar
. Yang ada malah rasa senang yang membuncah lantaran berhasil membuktikan
cintanya. Ini kekuatan cinta. Kekuatan
Visi.
Hal diatas Berbeda
sekali dengan #PemudaKini. Pemuda
yang dikelilingi banyak macam perkembangan ilmu dan teknologi namun tak mampu
mengembangkan diri sendiri. Hanya cenderung diposisi aman dan enggan untuk
bergerak. Urusan pribadi selalu berada diposisi teratas hingga kepentingan yang
lainpun tak dipikirkan. Cuman Ber-orientasi pada keuntungan pribadi semata hingga
tak perduli dengan nasib baik atau buruk orang lain. Akan bergerak jika menguntungkannya , dan diam jika hanya membuatnya rugi
? Ironi bukan ?
PemudaKini seperti kehilangan Visi. Hingga tak punya taring untuk menggapai keinginan. Yang dipikirkan hanya kepuasan pribadi. Kepentingan orang banyak tak diperdulikan hingga namanya hanya dikenal oleh dirinya sendiri. Bermimpi seolah berada dipuncak padahal hanya berada di posisi standar.
Langganan:
Postingan (Atom)








- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact