Selasa, 24 Mei 2016 0 komentar

Katanya tentang Rindu ~

Jika kita bilang pertemuan akan membunuh rindu. Maka , nyatanya kita hanya menyemai benihnya. Menyiramnya untuk lebih tumbuh subur lagi. Membiarkan akarnya semakin kuat tertanam mencengkram hati. Pertemuan hanya akan mengokohkannya. Bahkan tanpa jumpa sekalipun, rindu tak akan mudah layu. Pertumbuhannya tak kan langsung berhenti. Ia akan bertahan. Dengan atau tanpa pertemuan .

Jika kita kira pertemuan akan menghilangkan rindu. Maka, nyatanya ia hanya memperbanyak diri. Pertemuan hanya akan memicu sel sel rindu untuk membelah diri. Memperbanyak dirinya , dan kemudian kembali menelan kita. Dalam rindu yang lebih dalam (tentunya).

Jika kita kira pertemuan akan  mengobati rindu. Nyatanya, dengan temu sekalipun. Tak ada yang terobati. Baik dirimu dan juga hatimu. Tak ada yang tau dosis yang tepat untuk mengobatinya. Kita hanya pandai untuk menambah rasanya. Bukan untuk mengobatinya.

Jika kita bilang pertemuan dapat melepaskan rindu. Nyatanya, jumpa sekalipun tak lantas membebaskan rindu di dadamu untuk terbang tinggi mengangkasa. Kita hanya melepaskannya 'sejenak', untuk kemudian kita raih dan bawa ia kembali pulang kerumahnya. Kemudian, dengan waktu dan jarak , kita akan merawat dan membesarkannya . Rindu.

Jika kita sangka pertemuan dapat membuang rindu. Nyatanya, tak ada yang pernah terbuang dari rindu. Kita telah lebih dulu mengurung dan memenjarakannya. Seolah rindu adalah tahanan seumur hidup bagi hati kita. Terlebih bagi diri kita sendiri. Orang tua yang telah membesarkannya.

Jika kita bilang pertemuan adalah obat peredam. Maka, kenyataan yang terjadi tak pernah benar. Nyatanya hukum bahwa "pertemuan mampu meredam rindu" justru berlaku sebaliknya. Pertemuan hanya akan menambah intensitas rindu. Ianya menjadi obat yang menambah candu. Candu untuk terus bertemu (pastinya).Bukan malah mengurangi atau menghilangkannya.

Jika kita bilang pertemuan adalah obatnya rindu. Mungkin, lebih tepat kalau kita katakan ia adalah 'narkoba'nya rindu. Yang semakin sering temu, justru hanya akan semakin meningkat dosisnya. Dari tatap ke tatap. Dari waktu ke waktu. Dari hari ke hari. 

Bagi rindu, waktu selalu saja menjadi lawan tarung. Pertemuan selalu saja terasa singkat. Dan jarak selalu saja dirasa lama. Waktu telah 'berhasil' mengontrol kita sepenuhnya. Ntah mereka benci pada kita, atau rindu kita yang tak bisa akur dengan mereka . Tak ada yang tau. Nyatanya, tak ada pertemuan yang lama bagi kita. Bahkan, selama apapun 'tetap' saja akan terasa singkat.

Mungkin, kita harus duduk menjadi pendamai antara rindu dan waktu . Duduk berdiskusi mendengar cerita rindu tentang waktu dan diam menyimak cerita waktu tentang rindu. Menarik persamaan antara rindu dan waktu lalu mengurai benang kusut yang ada pada keduanya. Siapa yang benar antara mereka ? Atau justru mereka yang salah ? Siapa ? Rindu ? waktu ? Atau malah salah kita yang tak mampu berdamai dengan keduanya ?

Ah. Ntahlah.
Jika mereka lebih memilih untuk membunuh rindu dengan temu. Biarlah mereka dengan cara mereka.
Kita hanya cukup dengan cara kita merindu. Menikmati tiap detak yang datang tanpa membiarkan satu nyawapun yang hilang. Nyawa kita sendiri dan nyawa rindu. Nikmati saja, setiap waktu yang kita alami dengan berjalan beriringan bersamanya. Bersama rindu.

Bahkan, jika jarak tak pernah akur dengan kita, setidaknya kita telah menjadi hebat dengan memilih untuk merindu tanpa temu, dan merindu dalam doa .

Nikmati saja :)

Jumat, 06 November 2015 0 komentar

Ada Cinta : Dari MR Untuk Kita ~



Dulu, siapalah kita. Jangankan sholat lima waktu, panggilan adzan aja mungkin tak pernah kita hiraukan. Memikirkan akhirat ? ah, apalagi soal yang satu itu. Memikirkan dunia dan segala urusannya saja udah ribet. Lagipula kan masih muda, umur masih panjang, taatnya entar entaran aja. Nanti kalau udah tuaan dikit.

Dulu, siapalah kita. Jangankan kepikiran memikirkan kemashlatan umat, untuk memikirkan diri sendiri saja sudah menyita banyak waktu dan menguras kinerja otak. Urusan sendiri saja menumpuk, ngapain harus mikirin orang lain ? mending fokus sendiri saja ngurus kehidupan pribadi. Toh kesuksesan kedepanpun tergantung usaha kita hari ini. Lagipula, untuk apa mikirin orang lain ? gak penting juga. Mending urus diri masing masing saja. Lebih jelas .

Dulu, siapalah kita. Kepikirian untuk taat mah ada, tapi realisasi nya yang tak ada. Yang penting gak nakal, berbakti sama orang tua, jadi anak baik. Ya . mungkin gitu. Urusan taat mah ntaran aja, yang penting baik. Udh itu.

Rabu, 09 September 2015 0 komentar

Ngampus ,Jangan Sekedar Kampus ~

Sebagian dari kalian mungkin tahun ini mulai menjajaki jenjang baru dalam hidup . Bukan lagi hanya menjadi siswa. Tapi, kini kalian pun bergelar "maha ". Seragam putih abu abu dan dunia SMApun telah resmi kalian tinggalkan. Kalian kini sudah mahasiswa. Bukan bocah lagi.

Sekarang kampus akan jadi tempat baru kalian mengejar ilmu. 'Ngampus' akan jadi rutinitas harian . Belum lagi tentang tugas kampus yang nanti kalian terima. Inilah. Itulah. Semuanya akan kalian dapatkan cepat atau lambat beserta peningnya kepala akibat tumpukaj tumpukan tugas. Tapi, ya itulah kalian . Kalian sudah Mahasiswa , dan bukan bocah lagi .

Ngampus pulang ngampus pulang. Semoga bukan itulah kegiatan yang kalian pilih selama 4 tahun kedepan nanti. Kalian mahasiswa, bukan bocah lagi yang selalu ingin cepat pulang kala jam kuliah usai . Kalian sudah mahasiwa sekarang. Bukan anak anak lagi. Menghabiskan waktu 4 tahun hanya untuk rutinitas ngampus pulang ngampus pulang terasa sangat menyayangkan. Karna ngampus tak cuman tentang belajar akademik . Bukan sekedar belajar doang untuk dpatkan nilai bagus .

Kalian mahasiswa. Bukan anak anak lagi. Sudah saatnya memutus pola pemikiran yang kecil tadi . Tentang datang ngampus , belajar, pulang, main, tidur. Ah. Belum puaskah kalian melakukan itu dari belasan tahun yang lalu ? Bukannya SD, SMP , SMA sudah kita lalui dengan aktivitas 'biasa' seperti itu ?

Ayo men. Kalian mahasiswa. Bukan anak anak lagi. Sekarang sudah waktunya kalian ber-improvisasi. Meningkatkan standard diri kearah yang jauh lebih baik . Jangan jadikan 4 tahun kedepan habis dengan pola pola yang sama seperti halnya yang kita lakukan di skolah SD,SMP dan juga SMA .

Lalu , bagaimana melejitkan diri dikampus ?
Gimana bisa jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya ?

Organisasi. Yap. Ini juga akan kalian temukan di kampus. Namun, sayangnya hal ini tak banyak dilirik oleh mahasiswa dikampus. Nampaknya pulang dan tidur lebih menarik dibanding organisasi. Atau takut nilai rendah karena organisasi ? Lah sudah . -_-

Jika kalian berasa bahwa organisasi menyebabkan nilai rendah, itu bukan karna kesalahan organisasinya. Tapi salah kita yang tak pandai memanajemen waktu. Toh tak berorganisasi belum tentu juga bisa jadikan kalian bisa ber-IP 4 . Bahkan tak sedikit orang yang juga mampu ber ip 4 ditengah kesibukan organisasi. Jadi , faktornya bukan karna organisasi nilai rendah, tapi karna kitalah nilai itu rendah. Tak belajar gimana mau nilai tinggi ? Bangun bangun , Jangan mimpi bro -_-

Jika kalian takut tak mampu memanajemen waktu hingga tak menyibukkan diri . Maka ketakutan ini hanya akan timbulkan penyesalan didepan. Cepat atau lambat.

Kampus dan organisasi . Rutinitas ini harus kalian masukkan dalam kegiatan harian. Jangan lagi kuliah pulang kuliah pulang. Ingat bro. Bukan bocah lagi wkwk.

Tapi, ada organisasi yang harus kalian jadikan prioritas utama juga dikampus . Prioritas utama untuk kalian ikuti. Lembaga Dakwah Kampus. LDK. Ukmi bahrul ulum. Nah. Lo harus ikut . Ini keren men . Keren.

Maka pikirkan lah. Bagaimana 4 tahun kedepan kuliahmu mahasiswa ? Bagaimana kalau kita bersepakat bahwa dimanapun kampus kalian. Kalian akan berorganisasi? Ayo men. Kalau 4 tahun masa kampus bisa kita jadikan luar biasa dengan nilai kuliah cemerlang, aktif organisasi dan ikut LDK (,memperbaiki diri dan mendekat pada Maha pencipta)  , kenapa kita harus memilih untuk jalan hidup yang biasa biasa saja ? Toh waktu yang terpakai juga sama sama 4 tahun !

Maka tentukan pilihan kalian. Jangan cuman berangan tanpa ada realisasi nyata. Jangan hanya pandai berkoar tanpa berwujud perilaku. Kita hari ini menentukan kita di masa mendatang. Maka , kalau hari ini kita tak merasa capek dengan mempersiapkan diri, mungkin kita akan tetap seperti ini . Menjadi orang yang biasa biasa saja.

"Selagi bisa melakukan apapun yang baik, maka lakukanlah. Sungguh merugi kita yang dari hari kehari hanya bertambah kemalasan tanpa menambah keimanan dan kemampuan diri"

Rabu, 20 Mei 2015 1 komentar

Mungkin, Dunia Merindukan Kita




Jika aku boleh merindu, maka yang kurindukan adalah pemuda pemuda yang besar cintanya pada agama ini. Pemuda yang memiliki ruh semangat untuk membesarkan syiar islam dengan kesungguhan yang terpatri didadanya . Pemuda yang kokoh aqidahnya, indah akhlaknya dan baik tuturnya . Bukan yang tak serius dan masih senang bermain main dengan kefanaan dunianya.


Jika aku boleh merindu, maka yang kurindukan adalah pemuda yang besar kecintaannya pada umat (islam) ini. Bahkan cinta ini mendarah daging hingga menjadikan umat ini bagian yang satu atas tubuh mereka sendiri. Jika aku boleh merindu, maka aku merindukan mereka. Yang pikirnya untuk besarkan syiar islam, yang waktunya diwakafkan untuk umat dan yang jiwanya di didedikasikan untuk Islam. Agama yang rahmatan lil ‘alamin ini.


Jika aku boleh merindu, maka yang kurindukan adalah seluruh penjuru tubuhku penuh dengan ketaatan makhluk akan Penciptanya, pengabdian makhluk atas Rabbnya, kesetiaan cinta makhluk pada Dzat yang mencintainya.


Jika rindu adalah harap, dan harapku terdengarkan. Maka kerinduan terbesarku adalah kehadiran pemuda pemuda yang pernah ada dulu menempati tubuhku. Pemuda yang dengan kokohnya berucap ‘Ahad’ atas siksa yang diterimanya dibawah terik matahari dan panasnya daratan. Pemuda yang dengan kesungguhannya meninggalkan harta yang berada digenggamannya , karena kecintaannya yang murni pada Rabbnya. Pemuda yang tangannya ringan menderma untuk menolong agama-Nya. Pemuda yang tegap dan berani melawan bathil secara terang terangan.


Jika rindu adalah harap, dan harapku terdengarkan . Maka , kerinduan terbesarku adalah mereka segera datang untuk mengobati rindu ini. Mereka segera ada untuk kembali membesarkan agama ini. Dengan kesungguhannya, dengan kokohnya aqidahnya, dan dengan waktu yang di wakafkan untuk kemaslahatan umat ini.


Jika rindu adalah harap, dan harapku sebagai dunia terdengarkan. Maka , aku adalah dunia. Dan ini kerinduanku .


(Aku = Dunia)
*Kata aku disini mengambarkan dunia.


Jumat, 03 April 2015 0 komentar

Bagaimana cara kita mati ?


“Dan tiadalah kehidupan dunia Ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang Sebenarnya kehidupan, kalau mereka Mengetahui”. (Al 'Ankabuut:64)

~~~

Kematian adalah pelajaran terbaik .Tak ada yang luput dari penjemputannya. Dunia dan kefanaan nantinya pasti akan meninggalkan kita dan hidup kita. Sang musafir akhirnya harus melanjutkan perjalanan menuju akhir. Menyenangkan atau bahkan mengerikan tak ada yang kita tau . Hasil tergantung bekal yang kita bawa, ketakwaan yang terpatri di dada, dan pengabdian total sebagai seorang hamba. Harta tak akan membersamai, jabatan akan terpisah. Hanya amal yang akan menerangi disaat tak ada cahaya yang bisa menyinari.

Setiap kita pastinya akan menjumpai kematian. Kepastiannya mutlak . Hanya waktu penjemputan yang masih gaib. Ia mengintai siapapun, tak pandang umur dan tak lihat dimanapun kita berada. Waktu sedetikpun tak dapat kita majukan dan sedetikpun tak bisa ditangguhkan waktunya. Akhir akan datang tepat waktu . Dan sudah sejauh ini kita hidup, apa yang sudah kita beri ? Sudahkah perbekalan yang kita kumpulkan hari ini mencukupi ?  Sudahkah kita berkontribusi untuk menyebarkan risalah para nabi ? Dan sudahkah kita menebar kebaikan kepada penduduk bumi?

Atau ..

Selama nafas diberi, tak ada bekal yang kita kumpulkan. Tak ada amal yang kita lakukan. Tak ada ketaatan dan pengabdian yang kita tunjukkan . Tak ada kebaikan yang kita sebarkan. Yang manakah kita ? 

Bagaimana cara kita menjemput kepastian akan kematian jika hari ini kita masih disibukkan dengan dunia kita, menumpuk harta dan mengejar tahta ? 

Bagaimana cara kita menjemput kematian yang akan datang jika hari ini kita tak henti henti membangkang perintah-Nya , kasar terhadap makhluk, dan tak sedikitpun kebaikan yang kita sebar ?

Maka, perhatikanlah terhadap sikap congkak kita . Dunia yang pasti berakhir tapi kita masih saja mengutamakannya. Harta yang pasti kita tinggalkan tapi kita terus menumpuknya. Jabatan yang tak selama disandang terus kita kejar, sikut sana sikut sini , padahal ia pun kita tau tak akan membersamai kita.

Perhatikanlah sikap acuh kita, kematian yang pasti akan datang sudah sejauh mana kita persiapkan? Hidup yang akan berakhir sudah sebanyak apa memberikan kebaikan ? Sudah sebesar mana ketaatan dan pengabdian kita tunjukkan ? 

Maka di usia yang terus berjalan, pikirkanlah , apa bekal yang akan kita bawa ? amal apa yang bisa kita unggulkan ? Bukankah sebaik baik mati ialah membawa bekal . Dan sebaik baik bekal adalah ketakwaan . ?

Untuk hari hari yang kita lalui, kontribusi apa yang telah kita beri bagi agama ? Kebaikan apa yang telah kita sebar untuk umat ? Bukankah kebaikan adalah bekal . Dan bekal kebaikan akan menyelamatkan ?

Penentu keberhasilan hidup kita didunia tak tergantung besarnya harta yang kita kumpulkan dan tinggi jabatan yang kita sandang. Tapi, kesuksesan terbesar adalah ketika bekal yang kita telah siapkan mampu jauhkan kita dari cengkraman neraka dan hantarkan kita ke Surga-Nya .

Allah swt berfirman :
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah SUKSES. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan".( Ali 'Imran:185).

Karena kita pasti mati , bagaimana cara kita menjemput kematian ? Diposisi khusnul khotimah atau malah su'ul khotimah ? Mati dalam keadaan terbaik atau justru dalam keadaan terburuk ? #TanyakDiri

Karena kita pasti mati, mempersiapkan bekal amal tentunya akan menyelamatkan. Menikmati setiap pengabdian tentunya sangat menentramkan. Tentramkan hati didunia , dan tentramkan kehidupan di akhirat. #TanyakDiri

Sudah sejauh ini kita hidup, ketaatan apa yang kita beri hingga layak menjadikan kita para pemenang di akhirat nanti ? Sudah selama ini kita hidup, sudahkan kemenangan yang kita inginkan kita realisasikan dalam tindak tanduk perilaku kita ? Atau hanya sebatas angan angan kosong tanpa ada wujud realisasi nyata ? #Tanyak Diri

Kemenangan akhir bukan hanya harapan kosong yang tak perlu pembuktian. Ia ada untuk diraih dengan sejuta asa yang kita tunjukkan. Ia ada untuk kita gapai dengan langkah kaki yang kita ikhlaskan untuk-Nya. Maka, masih seriuskah kita menyiapkan bekal ?

Tanyakan pada diri. Semoga kita lekas sadar dari tidur panjang kita dan mulai bangkit untuk terus membenahi diri. 

Semangat berbakti kawan. Selamat menikmati pengabdian sampai mati :)

"Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan".(An-Nuur:52)



Selasa, 27 Januari 2015 1 komentar

Hidup kita cuman didunia ?

Coba pikirkan .

Jika ada yang ingin kita selesaikan dalam setiap harinya, maka itu seringkali hanya sebatas dunia kita. Menyiapkan tugas, tuntaskan pekerjaan , menyelesaikan film  terbaru , menghabiskan buku buku pelajaran jika ujian adalah sebagian rentetan kecil kegiatan yang kadang menyita waktu hari hari kita untuk diselesaikan. Tak perduli suka ataupun tidak, rangkaian ini tetap akan kita lakukan . Dan segala upaya ini adalah rutinitas dunia kita yang sering kita kerjakan

Jika ada hal yang ingin kita datangi dalam tiap minggu atau tiap bulannya, maka seringkali itu juga hanya sebatas dunia kita. Nongrong sana nongkrong sini, liburan sana liburan sini. Dan ini hanya sebagian hal kecil yang selalu kita lakukan disetiap minggu ataupun bulannya. Tak perduli besar kecil pengeluaran, ada atau pas pasan , tetap saja kesenangan ini tetap kita lakukan. Walaupun berselang itu, kantong kering tak bersisa . 

Jika ada target yang ingin kita selesaikan disetiap tahunnya, maka hal itu seringkali hanya tentang dunia kita. Bahkan, catatan catatan keberhasilan yang bisa kita lihat dipenghujung tahun, kadang tak lebih hanya sebatas capaian capaian dunia saja. Dan lagi lagi , ini hanya tentang dunia kita saja.

Beginilah kita pada umumnya. Seolah olah hidup didunia hanya lah ttg dunia saja. Hanyalah tentang mengisinya dengan rutinitas rutinitas keduniaan. Seperti hidup tak akan berakhir dan diri tak kan kembali .

Mengherankan ..

Terkadang Ketidak kekalan dunia mampu buat kita berupaya lebih. Sedangkan kekekalan di akhirat tak mampu buat kita serius berupaya ?

Untuk Dunia dengan kesemuanya mampu kita lakukan sedangkan untuk akhirat dengan kepastian nya tak mampu kita berbuat ?

Maka , ada hal yang tak cukup tau untuk menyelesaikan ini. Ada hal yang tak cukup paham, jika tak ada realisasi atas segala kepahaman ini.

Bahwa hidup tak hanya tentang dunia. Dunia yang kita tau akan berakhir, dan akhirat yang kita paham akan datang. Maka bentuk ketahuan ini bukan hanya tentang pemahaman di akal aja, melainkan melahirkan perilaku atas segala pemahaman ini.

Hal yang tertanam di akal, hanya tetap diakal jika tak ditampakkan lewat indera . Betah terhadap rangkaian dunia , namun tak betah dalam rangkaian agama dan ketaatan . Nah, kita tau atau tidak ?

Apa susahnya jika ditiap harinya ada ketaatan yang kita lakukan . Apa susahnya jika di tiap harinya  pengabdian yang kita tunjukkan. Dirikan 5 waktu, berinteraksi dengan al Qur'an . Apa susahnya jika tugas tugas kita mampu dikerjakan, baca dan update status di media sosial mampu kita  dilakukan ? Bukankah kita tau hidup tak hanya didunia ?

Apa susahnya jika tiap minggu nya bawa diri dan ruhani datang ke kajian keislaman. Beri makan ruhani yang mungkin lapar karena tak pernah dimasuki nasehat nasehat pemotivasi ? Apa susahnya datang mentoring, jika ditiap minggu nya kita bisa kumpul sana kumpul sini, nongkrong sana nongkrong sini? Apa susahnya berikan waktu khusus charge ruhani ini, jika charge pikiran bisa kita lakukan di tiap bulannya dengan liburan disana sini ?
Bukankah kita tau hidup tak hanya didunia dan ia akan berakhir ?

Apa susahnya jika di tiap tahunnya ada target besar akhirat mampu kita raih . Jika pendapat para ahli barat mampu kuasai otak dan pemahaman ini , mampu diingat dan diucapakan dengan fasih, maka apa susahnya jika kita beri otak ini kenikmatan dengan menjaga beberapa firman-Nya? Apa susahnya untuk kerjakan misi akhirat , jika pengetahuan tentang batasan dunia telah tertancap di kepala. Bukankah kita tau hidup tak hanya didunia dan akhirat pasti datang ? Lantas kenapa masih hanya tentang dunia saja? Nah, kita ini sebenarnya tau atau tidak ? Paham atau tidak ?

Ini masih rangkaian kecil hal akhirat yang bisa kita lakukan. Tampak kecil namun susah dilakukan. Bahkan kadang kita seolah olah berani menentang-Nya secara nyata dengan gampangnya tinggalkan kewajiban lima waktu. Seolah olah jadi pembenci hal hal agama dengan ribuan alasan yang kita hadirkan untuk tidak hadir dalam majelis ilmu. Dan seolah olah tak ingin membersamai Firman-Nya didalam pikiran dan hati kita .

Masih banyak lagi hal yang bisa kita tunjukkan dan abdikan . Dan sekali lagi , tak cukup hanya dengan tau untuk selesaikan ini.
Bergerak lah dan lakukanlah ketaatan. Jadikan lah hamba yang mengabdi selama umur masih diberi.

Karena hidup kita tak hanya didunia, maka jangan lupakan persiapan untuk akhirat kita. Persiapan yang hanya bisa dikumpulkan saat kita masih didunia ini . Jangan sampai kita menjadi seperti sekelompok orang yang akan menyesal ketika peradilan akhirat telah tiba. Merengek rengek kepada Allah untuk kembali kedunia ini. Hal yang tidak mungkin kita lakukan ketika kita sudah ijakkan kaki diakhirat .

Persiapkanlah akhirat kita , karena hidup tak hanya tentang dunia :)

"Wahai Rabb kami keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami kedunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), maka kami termasuk orang yang zhalim" (Al-Mukminam : 107)

Kamis, 22 Januari 2015 0 komentar

Karena Kita Bukan PEMIMPI


Pernah bermimpi ? Harap ? Cita cita ?

Setiap kita tentunya pernah bermimpi, berharap dan punya cita cita. Wajar. Mengingat kita adalah makhluk yang selalu dipenuhi harap. 1 Mimpi terealisasi , mimpi lain pun hadir. Tak akan pernah ada kepuasan, karena umumnya begitulah kita , manusia.

Siapa yang tak punya mimpi ? Bahkan anak kecilpun punya itu. Dokter, polisi, pilot mungkin adalah cita cita terlaris waktu kita kecil dulu. Dan sekarang lihatlah kita ? Sudahkah menuju ? atau malah telah mengganti cita ?

Untuk mereka yang hari ini telah menuju cita kecil nya waktu dulu, maka hakikatnya mereka sedang menuju mimpi mereka. Mempersiapkan langkah langkah kecil yang perlahan lahan akan sampaikan mereka berada dipuncak merengkuh mimpi. Semangatlah, karena jalan kalian semakin dekat :)
Sabtu, 03 Januari 2015 0 komentar

Dari membaca dan mendengar, Aku rindu ~

12 Rabiul Awal ..

Aku pernah membaca :
Hari ini kau dilahirkan.
Kemuliaan telah hadir tuk selimuti bumi.
Yg bawa cahaya tuk sirnakan kegelapan.
Yg kn Hancurkan kekufuran tuk ciptakan rasa ketauhidan.

Aku pernah membaca :
Parasnya tampan.
Lisannya penyayang.
Pribadinya menyejukkan. Menentramkan.

Aku pernah baca :
Ia pemerhati semua insan.
Inginkan keselamatan kita.
Keselamatan akhir di akhiratmu.
Dan jga keselamatan awl diduniamu.
Yang dukamu pedih baginya,
pilumu sayat hatinya.
Dan deritamu tk prnh diinginknnya .

Aku pernah baca :
Hidupnya tak mudah.
Dihina sana dihina sini.
Di lempar sana dilempar sini.
Tubuh luka berlumur darah.

Namun,Yang aku dengar :
Kau lempar senyum sana senyum sini.
Memanjat doa ke penggenggam hati .
Agar nnti lahir org org yg perdulikan agama ini dikemudian hari.

Ya.
Dari membaca aku tau ttgmu.
Dari mendengar aku mengenal ttgmu.
Hnya saja, mmbca dn mndgr buat ku rindu .

Membca dn mndengar buat ku rindu ..
Ingin bertemu..
Layaknya sahabat yg hidup bersamamu..

Ingin mendekap ..
Layaknya sahabat , yg mendekapmu di hari hri sblm penjemputanmu ..

Ya .
Dari membaca aku mengenal mu .
Dari mendengar aku tau ttgmu
Dan aku pernah baca :

"Aku merindukan saudaraku. Yg hidup stelah ku dn tk prnh bertatap muka, nmun mreka beriman kpadaku ."

Aku pernah baca ..
"Ummati ummati ummati "
Terlontar di lisan lembutmu

Ya . Aku mencintaimu.
Smga ruhku mmpu mnemui mu di akhir nnti .
Selamanya, mmbersamaimu ..

Senin, 22 Desember 2014 2 komentar

Masih inginkah kita disini ? :)

Coba sejenak pikirkan . Kenapa hari ini kita berada disini ? Masuk kedalam lingkungan (islami) yg mencintai kebaikan dan mengajak diri untuk terus memperbaiki diri ? Bukankah diluar sana juga banyak lingkungan yg sama atau bahkan lebih menarik daripada lingkungan ini ? Lantas , knapa kita juga masih disini ?

Pikirkanlah juga . Kenapa hri ini kita melakukan ini ? Kesana kemari, pindah sana pindah sini. Berlelah lelah ciptakan acara untuk mendapatkan ikhwan serta akhwat untuk melanjutkan perjuangan ini ? Bukankah di saat yg sama kita juga punya pilihan untuk tak terlibat sama sekali? Bersantai santai ria dirumah, nonton film terbaru , online atau bahkan tidur ? Bukankah aktivitas itu tak melelahkan dibandingkan harus mondar mandir mikir ini mikir itu untuk cari penerus ? Lantas, knapa kita masih melakukannya sampai skrg ?

Coba sejenak pikirkan . Kenapa kita mesti repot mengurusi ini ? Menggunakan waktu waktu kita hnya untuk memikirkan org lain dan umat ini. Bukankah saat ini, kita juga bisa memikirkan diri kita sendiri ? Bukankah kita bisa mementingkan diri kita sndiri dibandingkan mereka dgn sgala kepentingannya ? Lantas, kenapa kita masih juga ingin memikirkannya sampai sekarang ? Menyusun strategi agar wujud madani tampak dilingkungan negeri ?

Maka, Berkacalah disisa sisa semangatmu yg mulai surut, untuk apa kita disini dn mengapa kita disini . Tanyakan pada diri sendiri dan jawablah. Agar masa surut lekas berganti dgn pasang yg tak lagi kenal surut. Agar redup berganti kobar yg menyala nyala. Karena sampai kita disini tentu karena kita punya semangat itu dulu (di awal) . Semangat untuk terus dan terus memperbaiki diri. Iyakan ?

Berkacalah di sisa sisa waktu yg telah terporsir untuk dunia kita . Untuk apa kita disini dan mengapa kita harus gunakan waktu kita untuk org lain ? Bukankah mereka juga punya jatah waktu sndiri tiap harinya ? Lantas , knapa kita mesti pikirkan kondisi kita dan umat ini ? Tanyakan pada dirimu dan jawablah. Agar ego dan dunia tk bsa kuasai semua waktu kita. Agar kita bsa memberikan segala ide untuk terus memikirkan dan berjalan disini dalam waktu terbaik yg telah kita khususkan. Bukan diwaktu waktu luang sisa porsiran dunia kita. Tapi, waktu terbaik. Bkn waktu sisa ..

Berkacalah disisa sisa waktu malammu. Tanyakan sendiri dan jawablah sendiri. Bukankah kita sendirilah yg lebih mengenal diri kita sndiri ? Tanyakanlah segera dan jawablah dengan sungguh sungguh !

Hari ini, mgkin kita bsa dibilang adalah kaum pengganti. Manusia yg hadir untuk menggantikan manusia masa lalu karena dulunya mereka lalai dalam memanfaatkan kesempatan ini. Ya. Mgkin hri ini kita pengganti.
Tapi besok dan seterusnya , belum tentu sama . Tidak selamanya pengganti akan terus mengganti jika ia lalai . Tidak seterusnya pengganti akan menggantikan jika ia tak sungguh sungguh dlm menempati barisan ini !

Ingatlah, menjadi pengganti bukan berarti tak bisa tergantikan. Hari ini menggantikan, besok belum tentu lagi. Karena boleh jadi, sekarang telah berjejer dibelakang kita org org yg siap menggantikan dan mengemban tugas ini . Mereka yg siap melanjutkan dgn sungguh sungguh apa apa yg mereka yakini . Dan ini bukan hanya ttg "digantikan kembali", tapi juga ttg kerugian besar akibat tak mampu maksimalkan penempatan awal ini !

"Dan jika kamu berpaling.niscaya allah akan mengganti(mu) dengan kaum yg lain. Dan mereka tidak seperti(mu) ini" (QS. Muhammad :38)

Hari ini kita diletakkan disini bukan peletakan biasa. Semuanya terstruktur dan terencana jauh jauh hari sblum kita melihat langit bumi. Maka ingatlah bahwa, kehadiran kita disini sepenuhnya adalah karena peletakkan kita disini oleh-Nya.  Bagaimana mgkin kita disini jika Allah tak hendaki kita disini ? Bagaimana mgkin kita bersama dakwah , jika Allah tak letakkan kita disini ?

Lantas , hrus bagaimana lgi ? Hruskah kita sia siakan kesempatan yg diberikan oleh-Nya dengan kelalaian kelalaian kita ? Jika tak ingin bersama jalan dakwah, maka kita ingin dengan siapa ??

Dan terakhir ,
Disisa sisa kesadaran dan cahaya yg masih ada , kembali tanyakan pada diri kita dan jawablah kembali .

Masih inginkah kita disini ? :)

Kamis, 18 Desember 2014 0 komentar

Lomba yang 'terlupakan'

Mengawali kata dengan lomba, mgkin yg terbayang dipikiran kita adalah mengenai serangkaian kompetisi. Tournament yg disajikan untuk mengetahui siapa yg mampu menyelesaikan pertandingan dan menjadi nomor 1. Seorang pemenang yang berhasil menyeleksi banyak peserta dan menduduki puncak tertinggi sbuah perlombaan.

Lomba memang identik dengan kompetesi. Kompetisi  menghadirkan seorang pemenang. Dan pemenang akan meraih puncak tertinggi.

Untuk sampai ke barisan terdepan, tentunya yang perlu kita lakukan adalah berusaha melebihi mereka yg sdg mengejar dibelakang. Hrus Melangkah lebih banyak dari mereka yg tertinggal. Dan harus punya Tekad lebih besar dripada mereka yang ingin menyusul . Kita tak akan bisa jadi pemenang jika kita tak didepan. Tak kan bisa meraih puncak jika kita selalu belakangan. Dan tak akan bisa juara , jika kita diposisi akhir.Tidak mungkin !

Lomba akan menyeret kita pada hawa persaingan. Dan dalam persaingan ini, hanya ada yang menang dan kalah. Didepan atau dibelakang. Duluan atau tertinggal.

Dalam lomba, ada semangat yang harus dilibatkan. Tekad yg hrus terus dikobarkan. Agar saat peluang kemenangan terbuka, kita bsa ambil dulu dibandingkan mereka. Langsung sikat dan tak tunggu lama lama .

Namun, kali ini bukan tentang lomba yang mgkin sering disiarkan. Bukan juga tentang kompetisi liga liga yang selalu diperjuangkan. Lomba ini bukanlah lomba seperti itu. Karena perlombaan ini senyap dari hiruk pikuk perbincangan. Bahkan kadang kitapun terlupa bahwa ianya adalah perlombaan. Kompetisi yang tak berasa kompetisi. Mungkin lebih tepatnya ini adalah tentang lomba yang terlupakan.

Sejenak kuharap , aku dan kalian (kita semua) benar benar fokuskan pikiran agar lomba ini mampu menancap kuat di hati kita . Tertancap agar senantiasa mampu kita ingat. Hingga , ini nantinya akan jadi kompetisi yang benar benar kompetisi. Lomba yang benar benar lomba. Karena , kuharap setelah ini, ianya bukanlah lgi lomba yang terlupakan . Karena , setiap kita punya jiwa kompetisi untuk selalu memenangkannya .

Lomba yang terlupakan ini adalah tentang berlomba lomba dalam berbuat kebaikan. Tentang bagaimana cara kita bersegera dalam melakukan amal amal sholeh. Melahap habis setiap peluang kebaikan yang ada tanpa sisa sedikitpun. Melangkah lebih dulu tanpa komando apapun, dan selalu ingin digarda terdepan, diposisi awal pemulai kebaikan .

Dan nampaknya, inilah yang mulai kita lupakan. Untuk senantiasa berlomba dalam mengerjakan kebaikan. Hingga ruh ruh kita pun tak punya semangat kompetitif untuk tuntaskan segala peluang amal kebaikan lebih dulu. (Saya ulangi) , lebih dulu . Bukan belakangan !

Jika ini fakta yg terjadi, jangan heran jika jiwa cenderung acuh terhadap panggilan kebaikan. Jangan heran jika kita santai oleh ajakan ajakan untuk segera beramal. Karena, saat ini, kita seolah melupakan dan kehilangan ruh untuk berfastabiqul khoirat.

Allah swt berfirman :
"Dan bagi tiap tiap umat, ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kami berada Pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah : 148)

"Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera dalam (mengerjakan) kebajikan ; mereka itu termasuk orang orang yang sholeh. " (QS. Ali Imran 114)

Rasulullah saw pun melalui lisannya bersabda :
"Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki laii diwaktu pagi mukmin dan diwaktu sore telah kafir. Dan diwaktu sore beriman diwaktu pagi kafir. Ia menjual agama-Nya dengan kesenangan dunia."(HR Ahmad)

Fitnah disini tak hanya sebatas mengatakan hal yang tak org lain lakukan. Harta dan tahta yang melalaikan juga fitnah. Pekerjaan yang melenakan juga fitnah. Dan segala hal lain yg menjadikan kita lalai untuk bersegera mengrjakan kebaikan.

Terkadang kita merasa terbebaskan dgn tdak segera menuju kebaikan . Ketika peluang amal dtg dn berlalu bgtu sja tnpa ada diri kita kita biasa aja . Seolah tak pernah terjadi apa apa atau tak pernah terbuka kesempatan untuk segera bersegera mengerjakan kebajikan.

Lantas pertanyaan nya, knapa kita tak boleh meninggalkan peluang kebajikan dan diperintahkan untuk segera melakukn amal kebaikan ? Kenapa ?

Maka kembali pikirkan dan fokuskan pikiran kita untuk membangunkan hal mgkin yg juga sudah mulai kita lupakan.

Segeralah menuju kebaikan karena aset waktu yg kita punya , hanya saat ini saja. Masa lalu hanya bisa diingat , kita kenang dan tak akan mgkin bisa kita bawa kembali ke masa kini. Ia juga tak bisa diubah lgi . Sedangkan masa depan ,kita tak pernah tau karna waktu itu adalah hak preogratif Allah. Jangan sampai kita mewarnai hidup kita dgn penyesalan penyesalan karena lalai memanfaatkan waktu.

"Ada dua nikmat yg manusia srg lupa , nikmat sehat dan waktu luang." (Al hadist)

Bersegeralah beramal karena amal yg kita pikul tak mgkin dipikul org lain. Amal kita hanya akan dipikul oleh pundak kita sendiri. Amal kebaikan kita hanya akan dipikul pundak kita. Bukn mereka ! Begitu juga amal buruknya. Yanh akan memikulnya adalah pundak kita , bukan mereka ! Ingatlah, Setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban masing masing .

Bersegeralah beramal Karena derajat kita dihadapan Allah berbanding lurus dgn cepatnya kita merespon perintah pada-Nya . Seberapa cepat kita mengambil peluang kebaikan, maka begitu juga derajat kita di hadap-Nya. Derajat terbaik adalah disaat respon yang kita tunjukkan untuk beramal cepat. Sedangkan , saat kita lengah dan santai membuang peluang kebaikan begitu saja , maka derajat yg kita terima pun akan sama halnya seperti yg kita tunjukan.

Bersegeralah beramal karena setiap waktu ada momentumnya sndiri. Setiap waktu sudah ada amalnya sndiri, yg bila kesempatan habis maka kita tak bsa mengerjakannya kembali.

"Kewajiban lbh banyak dripada waktu yg tersedia". (Hasan al banna)

Bersegeralah beramal karena kesempatan beramal jga diberikan kpda setiap kita. Setiap kita akan berada diposisi yang sama. Hanya saja, sang pemenang adalah mereka yang mampu bersegera lebih dulu dari mereka yang belum tergerak untuk menuju kebaikan .

Maka dari itu..
Jika peluang kebaikan ada dihadapan, maka lahaplah sampai tuntas sebagaimana kita makan dlm keadaan kelaparan. Sebagaimana Kita minum saat dahaga kekeringan . Tujulah ia, agar ruh kita tak lapar dan juga tak dahaga.

Jika peluang kebaikan terpampang didepan kita, maka ambil dan rengkuhlah ia dengan bersegera. Jangan berdiam diri , karena untuk menang kita harus cepat bersegera menujunya. Lebih dulu dari mereka yang juga punya kesempatan sama .

Jika ada ladang kebaikan , maka bersegeralah menujunya. Tanamlah sebanyak mungkin amal kebaikan yang bisa kita tanam. Sirami ia dengan ruhmu yang tak pernah padam untuk berburu duluan mengerjakan kebajikan. Bersemangatlah. Agar di akhirat, kebun kita akan berbuah dengan amal amal yang mampu hantarkan kita ke tempat terbaik disisi-Nya.

Semoga Allah senantiasa hidupkan gairah kita untuk terus bersegera dalam menuju kebaikan. Aku , kita , dan mereka semua . Aamiin :)

Jumat, 12 Desember 2014 2 komentar

Kita masih disini, (mungkin) karena mereka ~


Manusia adalah makhluk social, yang tak mampu individualis dalam menjalani hidup didunia. Setiap dari kita akan mencari sosok terbaik yang akan menemani kita mengisi lembar kehidupan, agar tak hanya kosong tak bergores dan tak hanya putih tanpa berwarna. Lembar demi lembar akan terus terisi, namun yang mampu menambah warna terbaik lah yang akan tinggal. Menetap dalam setiap waktu kita , dan menemani kita melalui hidup didunia ini. Dan kita memanggil mereka teman.

Setiap kita tentunya memiliki teman , (mungkin) hasil dari pencarian yang panjang. Dan sebelum ditemukan, tentunya juga telah banyak orang yang datang mencoba menambah warna dalam lembar kita. Nah, dari sekian banyak inilah kita dan hati kita menjatuhkan pilihan untuk terus membersamainya dalam hidup.
Rabu, 22 Oktober 2014 0 komentar

Mengertilah, Cinta bukan hanya tentang ini :)

Cinta bukan hanya tentang rasa. Walaupun nyatanya cinta adalah rasa. Bukan hanya tentang rindu, walaupun rindu meliputinya. Bukan juga tentang sayang, karena cinta juga tak sesempit itu.

Cinta bukan hanya tentang gejolak rasa yang berontak hebat didadamu.
Bukan hanya tentang suka dan duka saja. Walaupun kehadirannya tak lepas dari keduanya. Tapi , faktanya cinta memang begitu.

Cinta bukan hanya tentang kata. Bukan hanya tentang ungkapan mesra walaupun nyatanya indera telingamu butuh kehadiran rambatan suaranya.
Bukan hanya tentang kata cinta yang berdengung digendang telingamu, walaupun nyatanya kata itu akan meneguhkan kekuatannya.

Cinta bukan hanya tentang ukiran syair penyampai lara , walaupun ianya mampu hadirkan goresan kata indah. Bukan hanya tentang kumpulan kosa kata menyentuh, Walaupun faktanya cinta akan lenyapkan keformalan bahasamu menjadi dengung dengung nada indah yang berangkai ,lahirkan melodi syahdu.

Cinta bukan hanya tentang menyampaikan. Walau nyatanya hatimu akan didesak untuk segera mengatakan. Bukan hanya tentang ungkapkan, walaupun mgkin kau ingin segera keluarkan. Bukan hanya berbicara tentang ketidakmampuanmu bungkam . Walaupun nyatanya, bungkam tak menyelesaikan apapun. Karena, tetap saja, cinta akan berontak .

Cinta bukan hanya tentang sikap perhatianmu. Bukan hanya tentang sikap keperdulianmu akannya. Walaupun nyatanya, kau tetap akan memperhatikannya tak pandang jarak. Matamu akan tetap bersama walau nyatanya kalian tak beriring. Dan lucunya, kau akan tau segala tentangnya, walau (sekali lagi kukatakan) kalian tak beriring.

Cinta bukan hanya tentang sikapmu padanya. Bukan hanya tentang usahamu mendapatkannya . Walaupun nyatanya otakmu akan berpikir keras untuk menyentuh hatinya. Tapi cinta tak hanya tentang itu.

Cinta bukan hanya tentang diri kita dan dia saja. Bukan hanya tentang 2 insan manusia . Walaupun nyatanya, keterlibatan hati berdua lah yg terjalin. Cinta Bukan hanya tentang kita saja. Walau nyatanya kita yang rasakan.

Tapi .....

cinta bukan hanya tentang itu.
Bukan hanya tentang kita .
Cinta juga tentang-Nya. Tentang bagaimana kita merajut dan mengikat rasa dengan tali ikatan-Nya.Tentang bagaimana kita menjaga-Nya dalam hati hati kita. Lebih Tentang bagaimana kita berjalan dalam koridor terbaik yang telah diperintahkan-Nya ..

Cinta bukan hanya tentang pengakuan manusia atas kehadiran kalian saja. Bukan hanya tentang penilaian makhluk atas diri kalian. Tapi, ia juga tentang pengakuan dan penilaian dari-Nya dzat Pemilik Cinta. Ia tak cuman berbicara tentang keberpihakan manusia atasmu, melainkan berbicara juga tentang pentingnya melibatkan -Nya diatas rasa ini :)

Dan ingatlah, Cinta bukan hanya tentang duniamu. Bukan hanya tentang hidupmu. Walapun nyatanya , cintamu dirajut dalam hidup didunia.

Tapi , cinta bukan hanya itu, bukan hanya tentang dunia kita. Bukankah kita tak hanya ingin bersama didunia ? :)

Lantas, harus bagaimana lagi ?

Ah, sudahlah .

Bukankah yang terpenting kita berusaha mengikuti jalur-Nya ? :)

Bersabarlah dalam bungkam, menyampaikan hanya mengurangi sensasi dari rasa itu sendiri. Nikmati saja :)

Sabtu, 18 Oktober 2014 1 komentar

Bongkar Pasal 1 : Gurindam Dua Belas


Bismillahirrahmanirrahiim…
Ijinkan kami berbagi ilmu mengenai apa yang kami dapatkan hari ini dalam training gurindam 12 dalam rangka penguatkan pendidikan karakter bagi generasi islam .Pada kesempatan ini dikaji pasal pertama dari bait ke bait. Berikut penjelasannya :D

Bait pertama.
Barangsiapa mengenal agama.
Sekali kali tiada boleh dibilangkan nama.

Agama adalah pedoman dalam menjalani kehidupan. Pemenuhan akannya menjadi sangat penting karena ianya bak bekal panjang yg hrus disiapkan untuk hidup enak di akhirat. Kebutuhan manusia akan ilmu agama menjadi sangat penting dibandingkan ilmu lainnya. Namun, nyatanya seringkali kita cenderung tak perduli. Masuk SMA dengan Kuliah yang tak berbasic agama menjadikan kita seolah olah lupa bahwa belajar agama penting. Kita hanya fokus belajar yang lain. Sdgkan tak jarang menambah ilmu agama pun kita tidak. Padahal ilmu agama ini bekal kita untuk menjalankan kehidupan yg bener sesuai tuntutannya.

Banyak mereka yang fisiknya hidup, namun hatinya mati. Ia hidup hanya sesuka hati tanpa pedoman. Lupa diri karena seolah olah hidupnya hanya didunia. Bahkan kehadiran kita tak memberikan kesan apa apa dimata-Nya. Nama kita mungkin dikenal oleh para makhluk dimuka bumi, Tapi dimata-Nya belum tentu. Bukankah penilaian-Nya jauh lebih penting ?

Bait kedua .
Barang siapa mengenal yang empat.
Maka ia itulah orang yang ma'rifat .

Penggalan kata bait dua adalah  sastra pengantar sebelum sampai pada bait selanjutnya . Ianya merupakan hasil akhir yang akan didapat bila bait selanjutnya terealisasi . Apa saja itu ? Yakni saat manusia mampu mengenal Allah, mengenal diri, mengenal dunia dan mengenal akhirat maka ia akan kenal tujuannya . Ia akan paham apa tujuannya diciptakan dan apa yang harus dilakukan selama didunia. Tujuannya tidak akan pernah tertuju pada uang saja. Tak kan pernah dihabiskan waktunya untuk sibuk mencari jabatan. Apa yang dilakukannya hanya hal yang bernilai halal saja. Yang haram akan dengan tegas dia tinggalkan. Tujuannya hanya satu. Fokus hidupnya jelas tertancap didadanya. Satu saja. Tertuang dalam al qur'an dimana Allah berfirman:

"Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku" (Q.S Ad-Dzariat 56)

Kita semua tentu tau tujuan penciptaan kita didunia. Namun, tak sedikit dari kita seolah olah berprilaku "seakan akan" kita tak tau tujuan sbnarnya kita ada. Kita tau, Tapi tak paham ! Bukankah bentuk kepahaman akan tampak pada perilaku yang ditunjukkan? Dalam penggalan ini, Raja Ali Haji menegaskan bahwa tujuan hidup itu penting. Sangat sangat penting !  ianya adalah hal yang harus benar benar kita yakini Agar dalam mencapai tujuan kita bisa tangguh kedepan walau mungkin akan banyak cobaan menghalang. Ia akan tetap maju walau hasutan hasutan setan terus membisik. Tak akan pernah terbersit niat menyerah, karena yang ia tau. Ia harus sampai ketujuannya. Ia harus memenuhi tujuannya menuju Allah . Harus !

Bait ketiga
Barang siapa mengenal Allah.
Suruh dan tidaknya tiada ia menyalah .

Mengapa harus kita mengenal Allah? Pentingkah ?Maka dengan tegas akan saya katakan .Ini hal Penting ! Karena ketika kita mampu mengenal Allah, Maka kita akan tau dengan jelas bahwa kita hanyalah makhluk kecil. Insan yang Tak berarti apa apa jika dihadapkan denganNya, Dzat Maha Besar. Iya kan?Saya rasa tentu kalian tau ini dengan sangat jelas. Namun, lagi lagi, nyatanya kita seperti tak sadar diri. Kadang kita angkuh dan sombong dimuka bumi. Sering kita merasa hebat dihadapan makhluknya. Bahkan tak jarang kadang kita tindas kaum yang lemah. Beranggapan bahwa didunia kita lah penguasanya. Nah, jika itulah perilaku kita, maka sejatinya kita tak pernah paham dengan diri kita sendiri dan tak paham kebesaran Allah. Kita tak paham bahwa kita adalah makhluk yang kecil dimataNya. Kita tau . Namun kita tak paham ! Coba sejenak pikirkanlah mengenai ciptaan-ciptaan-Nya. Bukankah kita tak lebih besar dari pepohonan ?bukankah kita Tak lebih besar dari lautan ,Tak ada apa apa dibandingkan planet planet dan Tak ada apa apa jika dibandingkan matahari dan galaksi ? Bukankah kita kecil dibandingkan ciptaan-Nya itu ? Lantas mengapa kita merasa besar ? Melakukan perbuatan tercela dengan sesuka kita. Tidakah kita sadar diri ?
Kawan kawan, Ada perlunya kita melihat sekeliling untuk pahamkan diri sendiri , bahwa ada Dzat yang Maha Besar. Sehingga ketika paham ini, insyaa allah kita akan menunjukkan bentuk kepahaman tadi dengan segala perbuatan kita . Allah swt berfirman :

“190.Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” (Q.S Ali Imran 190-191)

Bait ke-empat
Barangsiapa mengenal diri.
Maka telah mengenal Tuhan yang bahari.

Sekarang coba lihat diri kita sendiri. Sejenak berkacalah. Bukankah kita tercipta dengan bentuk yang sebaik baik bentuk ? Pikirkanlah tak hanya yang tampak fisik, tapi pikirkan juga organ penyusun hal yang tampak. Pikirkanlah bagaimana mata bisa melihat dengan susunan saraf yang perfect , Yang kekurangan satu saja bisa berpengaruh pada penglihatan?
Pikirkanlah bagaimana struktur kulit yang tipis ini disusun . Bukankah kita telah belajar dibangku sekolah ? Lantas, sudah pahamkah kita betapa sempurnanya penciptaan kita ? Ini baru hanya contoh kecil dari bagian tubuh kita, (kulit dan mata) , namun bukankah dari sini saja kita bisa sadar bahwa penciptaan kita dilakukan oleh Dzat yang Luar Biasa Maha Besar. Yang mampu menyusun dan membentuk sedemikian rupa dengan sangat detail sekali.

Saya harap kita tak cuman menjadikan pengetahuan itu semata mata hanya untuk tau saja. Tapi berpikir dan pahamlah. Agar kita sadar bahwa ada Dzat yang Maha besar yang telah sempurnakan kita.

Allah berfirman :
“sesungguhnya Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya.) (Q.S At-Tiin : 4)

Bait kelima
Barangsiapa mengenal dunia.
Tahulah ia barang terpedaya .

Tadi telah kita bahas bersama, bahwa tak ada apa apanya kita dibandingkan dunia. Kita hanya makhluk kecil yang ingin mencapai tujuan lewat kehidupan didunia. Dunia bakal menjadi sandungan besar dalam mencapai tujuan. Tapi bisa juga menjadi kesempatan untuk mencapai tujuan. Namun, terkadang kita manusia mempunyai kecendrungan besar dalam mencintai dunia. Seolah olah kita meletakkan dunia di hati kita. Hingga sgla tindak tanduk prilaku kita hanya untuk dunia. Kita hanya memberi manfaat kepada diri sendiri tanpa pernah berfikir untuk memberi kemanfaatan bagi khalayak ramai. Kita lupa menebar kebaikan. Karena yang kita pikirkan hanyalah dunia kita. Bukan dunia manusia lainnya. Kita bertindak individualis walau kita harus bersosialisasi. Jika kita begini, maka nyatalah bahwa dunia telah taklukkan hati kita .

Bait keenam .
Barang siapa mengenal akhirat.
Tahulah ia dunia mudharat.

Dunia adalah tempat persinggahan para umat manusia. Bak musafir yang melepas penat di bawah pohon untuk selanjutnya meneruskan perjalanan. Maka , kesempatan didunia yang sekali, kita tak boleh gagal. Kita harus berhasil karena tak kan ada kesempat kedua. Tak kan ada kehidupan kedua setelah kematian nanti. Tak kan ada remedial amalan. Sekali hidup kita harus berhasil. Berhasil sampaikan kita ketujuan besar kita didunia. Hingga kita mampu menuju-Nya di ujung penghidupan yang kekal nanti. ALLAH SWT . Aamiin aamiin ya rabbal 'alamiin.

Demikian tulisan ini dibuat, terimakasih kepada Ust. Rully Oktoberyanto atas motivasi hebatnya hari ini. Semoga kemanfaatan ini bisa dapat terus mengalir untukmu dan juga untuk kami :)

 
;